26.4 C
Indonesia
More

    Siswa Dikbangspes Yanmin Intelijen Polri Ngampus di Dahana

    PULUHAN siswa Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Bintara Yanmin Intelijen Polri, Rabu (18/1/2023) mengunjungi PT Dahana dalam rangka mempelajari proses produksi hingga jenis-jenis bahan peledak komersial yang dimiliki oleh Dahana. Rombongan tersebut diterima oleh SM Legal & Komunikasi Perusahaan Dahana, Juli Jajuli di Kampus Dahana.

    Kepada rombongan Juli Jajuli menjelaskan tentang perjalanan Dahana sejak kelahiran hingga kepindahannya ke Subang, serta target-target yang akan dicapai perusahaan ke depan.

    “Dahana terlahir dari embrio TNI AU pada tahun 1966, Dahana memiliki makna Api yang diambil dari bahasa sanskerta. Setelah melalui berbagai peristiwa bersejarah, pada Tahun 2012 Daha a resmi memindahkan kantor pusatnya dari Tasikmalaya ke Subang,” terang Juli Jajuli.

    Selain itu Juli Jajuli menambahkan, dengan luas lahan yang besar, Dahana mampu membangun berbagai macam pabrik bahan peledak baru di kawasan Energetic Material Center (EMC). Bahkan, ia mengklaim EMC Dahana ini memiliki fasilitas terlengkap, terbesar dan terintegrasi se Asia Tenggara.

    “Oleh karenanya, kami menyebut kawasan ini dengan Kiblat Bahan Peledak Indonesia. Karena selain sebagai pusat penelitan, pengembangan dan produksi bahan peledak, Kawasan ini juga menjadi rujukan bagi yang ingin mendalami bahan berenergi tinggi dari berbagai kalangan,” jelasnya.

    Bahkan Dahana mencatatkan babak baru dalam perjalanannya pada 2 Maret 2022 menjadi anggota dari Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID yang terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding, PT Pindad yang bergerak pada matra darat, PT Dirgantara Indnesia pada matra udara, PT PAL Indonesia pada matra laut, sementara Dahana fokus pada energetic material.

    Ke depan, Dahana yang mengusung dual-use of technology akan terus mengembangkan produk bahan peledak komersial dan militer. Di sektor komersial, memproduksi serta melayani peledakan untuk pertambangan, kuari dan konstruksi, serta minyak dan gas. Sementara di sektor militer, telah memproduksi Bomb P Series untuk pesawat Sukhoi, roket, rudal, dan terbaru sedang mengembangkan Kamikaze Drone bernama Rajata.

    Setelah mendapatkan pemaparan, para peserta yang berasal dari seluruh Indonesia ini pun berkesempatan mengunjungi kawasan Energetic Material Center untuk melihat langsung proses produksi bahan peledak Dahana.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Related articles

    Recent articles