GALAGALA.ID,Subang,-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Subang menggelar Rapat Koordinasi(Rakor) Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dengan perusahaan yang ada di wilayah Kerjanya. sekaligus mengajak untuk bersama-sama menanggulanginya sesuai dengan berpedoman kepada Kepmenakertrans No. 68/2004.
Sekretaris Daerah (Sekda) Subang selaku Ketua Pelaksana Harian KPA H. Asep Nuroni melalui Asda I, H. Rahmat Ependi saat membuka Rakor yang dihadiri Apindo serta dinas terkait, Kamis (11/6/2026) di ruang rapat Bupati Jalan Dewi Sartika mengungkapkan, peran perusahaan yang banyak pekerjanya sangat diharapkan peran sertanya.
“Kasus HIV/AIDS di wilayah Subang banyak didominasi usia produktif dan jangan sampai menjalar di lingkungan perusahaan. Sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan inklusif, ” katanya.

Tentu saja, dalam hal ini ada pedoman tersendiri bagi perusahan karena ada kewajiban menyusun kebijakan tertulis, melakukan sosialisasi, meniadakan diskriminasi, serta memberikan dukungan medis dan psikologis kepada karyawan yang terinfeksi tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pemateri dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Subang, Suwata Wathatika menjelaskan kalau Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun demikian pihaknya terus bersinergi dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sekaligus mitra komunitas yang fokus terhadap kesehatan gencar lakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS. Termasuk peran dari perusahaan yang berkomitmen untuk bersama-sama ikut menanggulangi dan pencegahan.
Diungkapkan Suwata, penyumbang atau dominasi kasus HIV terbanyak yang ditemukan adalah kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). “Setahun lalu, terdapat 391 kasus HIV baru yang terdeteksi melalui program skrining dan deteksi dini di fasilitas kesehatan. Dari jumlah tersebut berasal dari kelompok LSL atau sekitar sepertiga dari total temuan kasus, ” jelasnya.
Secara kumulatif, sejak periode 1999-2025 terdapat 4020 kasus dan kelompok heteroseksual sebanyak 2.759, homoseksual 973 dan selebihnya perinatal, penasun, tranfusi dan tato. “Yang lebih memprihatinkan mayoritas penderita HIV yang ditemukan berada pada usia produktif. Kelompok usia 25 hingga 44 tahun menjadi yang paling dominan, disusul kelompok usia 15 hingga 24 tahun, ungkap Suwata.
Karena itu, Dinkes Subang dan KPA terus mendorong masyarakat untuk memahami kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku berisiko agar penularan HIV dapat dicegah. Demikian pula memperluas layanan pemeriksaan HIV gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit.
PT TKG Taekwang

Sementara itu, perusahaan asal Korea yang cukup banyak tenaga kerjanya, PT TKG Taekwang sudah sejak 2016 bekerjasama dengan KPA Subang atau 3 tahun setelah pabrik berdiri. “Kita telah memiliki program pencegahan dan penanggulangan HIV serta bersyukur tidak ditemukan kasus yang menonjol, ” kata dr. Martinus Radhitio GW, MKK, M. H. Kes.
Apalagi perusahaannya lebih dari 90 persen lebih mempekerjakan wanita dan laki-lakinya hanya 5 persen lebih. ” Upaya yang dilakukan lebih kepada ibu hamil atau pemeriksaan berkala berkaitan dengan kesehatan karyawan. Kalaupun ada yang ditemukan, perusahaan tetap memberikan kesempatan karena perkembangan dari HIV ke AIDS tentang waktunya cukup lama, terlebih bila konsisten melakukan pengobatan,”kata Tio. (Redal) ***




