Ngaji dan Silaturahmi Santri LTIQ di Kawasan d’Castello

GALAGALA.ID, Ciater,-     Ratusan santri Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa menambah kehangatan suasana pagi di Kawasan wisata Florawisata d’Castello Ciater, Subang.

Kehadiran mereka didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, dr. Suleiman Omar S. Qush beserta direktur Ekonomi dan Investasi As-Syifa, H. Alwin Nasa’i hadir dalam kunjungan silaturahmi sekaligus khataman Al-Qur’an dan do’a bersama, Rabu (10/06). Agenda ini menjadi wujud kolaborasi unik yang memadukan sektor pariwisata, dunia pendidikan Islam, dan nilai-nilai keagamaan di ruang publik.

Dalam sambutannya, dr. Suleiman menyampaikan apresiasi mendalam atas undangan dari pihak manajemen d’Castello. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran para santri bukan sekadar untuk berekreasi, melainkan untuk menebar keberkahan.

“Hari ini kami ke sini, tidak hanya jalan-jalan, tapi juga kita akan khatamkan Al-Qur’an bersama-sama. Semoga, jika Al-Qur’an sudah mengakar di sini, maka akan tumbuh kebaikan-kebaikan dan kemudahan urusan untuk kita semua dan untuk tempat ini,” tutur dr. Suleiman.

Suasana haru dan bahagia turut dirasakan oleh pemilik Florawisata d’Castello, H. Irvan Surono. Ia mengungkapkan, sebagai seorang mantan santri, ia memahami betul perjuangan dan keutamaan para penghafal Al-Qur’an.

“Saya sendiri kalau mendengar bacaan anak-anak penghafal Al-Qur’an pasti sangat senang dan terharu. Melihat santir As-Syifa ada yang sudah 10 juz, 12 juz, 20 juz, bahkan sudah menjadi hafiz. Membersamai mereka adalah sesuatu yang luar biasa,” ungkap pengusaha sukses ini. Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana refreshing bagi santri agar saat kembali ke pondok dengan pikiran yang lebih segar dan semangat menghafal yang berlipat ganda.

Lebih dari sekadar seremonial, acara ini juga membuka cakrawala baru mengenai potensi kolaborasi lintas sektor. Irvan memaparkan visinya untuk mengedukasi para santri bahwa sektor pariwisata dan industri memiliki peluang besar yang belum tergarap optimal. Ke depannya, d’Castello membuka ruang bagi As-Syifa untuk belajar mengelola sumber daya alam dan pariwisata.

“Nanti ke depannya kita bisa bersinergi, misalnya di dalam industri pariwisata ini. Apabila para santri sudah menyelesaikan pendidikannya dan ingin bekerja di dunia pariwisata, mereka bisa belajar di sini. Ini menjadi gabungan sumber daya manusia yang saleh, berkarakter, dipadukan dengan pengelolaan bisnis yang diminati masyarakat,” jelasnya. Ia ingin menginspirasi generasi muda bahwa santri juga bisa sukses di bidang bisnis dan berdakwah melalui sektor ekonomi.

Hal senada disampaikan oleh Hj. Supadmi dari PT. Nanda Persada Group yang turut menyambut hangat kehadiran para santri. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor ini unik dan penuh makna.

“Karena kalau bisnis terus tanpa rekreasi, akan capek dan penat. tapi juga jika hanya berbisnis dan rekereasi saja tanpa kita mendalami iman kita, semua juga gak berarti apa-apa untuk kita, akan hampa. Jadi antara ngaji-bisnis-rekreasi itu adalah sesuatu yang indah. Makanya saya berharap antara bisnis kami dan As-Syifa bisa membawa manfaat, sehingga santri yang sudah dibekali fondasi agama juga bisa sambil belajar bisnis, dengan harapan bisa menyeimbangkan diri dalam hal dunia dan akhirat.” terangnya.

Sebagai bentuk dukungan dan pengharapan atas keberkahan, beliau secara khusus mengundang para santri LTIQ As-Syifa untuk hadir ke kantor pusat perusahaannya guna menggelar khataman Al-Qur’an bersama. Harapannya, lantunan ayat suci dari para penghafal Quran menjadi wasilah kelancaran dan kebaikan bagi operasional perusahaan.

Setelah khataman, para santri diberikan kesempatan untuk menjelajah area d’Castello dan mencoba berbagi wahana permainan yang ada di dalamnya. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para santriwati LTIQ As-Syifa. Nailah Mahira, santriwati asal Medan (Angkatan 19 LTIQ), mengaku sangat bersyukur bisa bertatap muka langsung dengan tokoh penggerak di balik megahnya d’Castello.

“Senang sekali bisa datang ke sini, apalagi bisa bertemu langsung dengan owner-nya, kesempatan yang belum tentu didapatkan oleh orang lain. Saya juga senang bisa dapat kesempatan ngaji sambil wisata. Terima kasih d’Castello, semoga terus maju dan berkembang,” tuturnya.

Kebahagiaan serupa diungkapkan oleh Silfi Nadiya dan Salsabila, santriwati asal Garut (Angkatan 20 LTIQ). Menurut mereka, agenda ini memberikan pengalaman baru menjelajahi luasnya arena wisata d’Castello.

“Maasyaa Allah ternyata luas banget. Kami udah keliling, indah dan seru banget. Nggak cuma jalan-jalan, tapi sambil tadabbur alam. Ini makin menambah semangat menghafal untuk besok-besok karena hari ini kami sudah diajak jalan-jalan berwisata. Semoga As-Syifa dan d’Castello senantiasa dalam keberkahan,” tutup Salsabila.(redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *