Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat, Masuk Nominasi Jadi Masjid Terindah dan Terbaik 2023

Bandung, Galagala.Id, Masjid Al Jabbar baru rampung pada akhir 2022 lalu, digadang-gadang akan dijadikan masjid terindah dan terbaik di tahun 2023.

Penghargaan tersebut atas penilaian dari Yayasan Al Khauzan di Arab Saudi. Hal inipun diakui Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kalau dirinya sudah mengantongi surat rekomendasi atas nominasi tersebut.

Hal itu dia sampaikan saat kunjungan kerjanya ke wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu, sebagaimana dilansir koranmandala.com.

“Dari Yayasan Al Khauzan di Arab Saudi yang memberi rekomendasi jika Masjid Al Jabbar masuk nominasi masjid terbaik 2023,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dikatakan Kang Emil, demi kepentingan warga Jawa Barat, pihaknya lebih berfokus pada kualitas suatu pembangunan, sedangkan pihak lain yang memberikan apresiasi maupun penghargaan hanyalah bonus.

“Kerja keras dalam membangun yang dibarengi kualitas adalah kewajiban,” tegasnya.

Ridwan Kamil mengaku jika dalam proses pembangunan masjid al Jabbar memakan waktu yang cukup lama yakni hingga 7 tahun lamanya.

Dengan demikian, kerja kerasnya bisa membuahkan hasil yang dianggap optimal, hingga saat ini.

Dia pun menceritakan awal pembangunan Masjid Al Jabbar yang dia usulkan sewaktu menjadi Walikota Bandung. “Waktu itu saat saya menjadi Walikota Bandung, mengusulkan kepada pak Gubernur, Ahmad Heryawan untuk membangun masjid yang dikelola oleh pemerintah provinsi, sebab Jabar tidak mempunyai masjid raya,” jelasnya.

Diakui Ridwan Kamil, jika pada saat dia menjabat sebagai Walikota Bandung, masjid raya Jawa Barat sifatnya nebeng ke masjid agung Kota Bandung sehingga namanya diubah menjadi Masjid Raya Bandung provinsi Jawa Barat, yang memang gak ada nomenklaturnya.

“Dan sekarang Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat dikembalikan lagi menjadi Masjid Agung Bandung, sedangkan untuk Masjid Raya Provinsi Jawa Barat kini disandangkan ke Al Jabbar, jadi Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya.

Masjid Al Jabbar berada di atas danau retensi yang merupakan salah satu penanggulangan banjir di Kota Gedebage, Bandung, Jawa Barat. Massa bangunannya muncul dari rumus aljabar sehingga terciptalah sebuah masjid dengan bentuk setengah lingkaran yang membuat bangunan ini sangat ikonik. Masjid Al Jabbar juga dirancang dengan sentuhan konsep wisata di atas lahan seluas 26 hektar di Gedebage, di mana lokasi tersebut yang akan diproyeksikan sebagai Central Business District yang baru.

Masjid Al Jabbar dilengkapi dengan 4 menara setinggi 99 meter, sebagai simbol dari Asmaul Husna. Selain bangunan masjid, kawasan Masjid Al Jabbar juga memiliki area ma’rodh (museum), lanskap, embung, dan jalan akses. Bangunan masjid memiliki sentuhan khas Jawa Barat yang dapat dilihat pada puncak atap, yaitu ikon tusuk sate seperti yang terdapat pada Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat. Selain itu, pada relung pintu masjid terdapat motif batik yang masing-masing mencerminkan ciri khas dari kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat sejumlah 27 dan mampu menampung sekira 50 ribu jamaah.

Menambah keistimewaan, masjid ini didesain langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kemudian untuk arsitektur masjid sendiri terinspirasi dari desain eksterior dan interior masjid di Turki dan Iran, dengan halaman yang luas dan melewati bangunan dengan nuansa berbeda. Di area masjid juga terdapat fasilitas edukasi tambahan seperti, museum perjalanan Rasul Museum Asmaul Husna, Museum Sejarah Islam Indonesia, dan Museum Sejarah masuknya Islam di Provinsi Jawa Barat.

Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat inipun kini menjadi Ikon Wisata Baru di Jawa Barat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *