Selain itu, dua minggu sebelum pengolahan tanah taburkan bahan organik secara merata diatas hamparan sawah dan bahan organik yang digunakan dapat berupa pupuk kandang sebanyak 2 ton/ha atau kompos jerami sebanyak 5 ton/ha.
Sementara pada proses penanaman, jelasnya, tanam bibit muda 21 HSS, hari setelah sebar), sebanyak 1-3 bibit/rumpun, bibit lebih muda (14 HSS) dengan 1 bibit/rumpun akan menghasilkan anakan lebih banyak, hanya pada daerah endemis keong mas gunakan benih 18.HSS dengan 3 bibit/rumpun.
“Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 14 HST (hari setelah tanam), pada saat bibit ditanam, tanah dalam kondisi jenuh air dan penanaman dengan sistem jejer legowo 2 : 1 atau 4 : 1,”ungkapnya.
Sementara untuk pengairan, pengelolaan air diusahakan seefisien mungkin agar diperoleh penghematan air dengan kualitas pengairan cukup dengan sistem pengairan berselang . Tinggi genangan air maksimal 3 cm (petakan yang dapat diairi setiap saat). Dihindari kekurangan air saat premordia (40-42 HST) dan pengisian bulir (65-80 HST).Sepuluh hari sebelum panen, air dikeluarkan dari petakan.
Dandim 0605 Subang, Letkol Inf Bambang Raditya melalui
Dan SSK TMMD 115, Kapten Inf Alexgro Watulaga mengatakan tujuan penyuluhan Strategi budidaya sawah dengan cara PTT tersebut diharapkan membantu para petani di Desa Jalupang untuk meningkatkan produksi pertaniannya.
Sebab, kata Kapten Alexgro, salah satu tujuan dalam berusaha tani padi adalah memperoleh produksi dan pendapatan atau keuntungan yang tinggi.Akan tetapi, keuntungan yang diperoleh petani seringkali tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan.




