Sukamelang Gencar Fogging Antisipasi DBD. Kadinkes Kasus Sudah Menurun di Subang

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang saat melakukan fogging di pemukiman rumah warga RW 01 Kelurahan Sukamelang, Subang, Rabu (23/7/2025).

GALAGALA.ID, Subang,- Tingginya kasus  Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Subang membuat warga waspada. Bahkan di wilayah Kelurahan Sukamelang yang pernah menimpa warganya terus berupaya mengantisipasinya.

Salah satu langkah, selain ada penyuluhan dari Bidan Kelurahan dan Kader ditambah dari Puskesmas Sukarahayu juga dilakukan pengasapan atau fogging ke rumah warga, terutama yang pernah dan ada kasus positif DBD.

Hal ini dibenarkan Lurah Kelurahan Sukamelang, Hj.Cucu Suarsih, SE saat memantau pelaksanaan fogging di RW 01 Kelurahan Sukamelang , Rabu (23/7/2025). “Pelaksanaan fogging ini murni permintaan aparat RW secara mandiri karena mereka kuatir adanya DBD ditambah munculnya kaki gajah yang juga diakibatkan gigitan nyamuk, ” ujarnya.

Lurah Sukamelang menyebutkan kalau di wilayah kerjanya berdasarkan data sudah 16 kasus yang positif DBD, sedangkan pelaksanaan fogging dari 18 RW yang ada baru 6 RW.

“Kita terus melakukan himbauan dan bahkan setiap Jum’at beberesih serentak. Ya salah satunya agar tidak ada tempat nyamuk bersarang. Sebab fogging bukan satu-satunya cara untuk memberantas nyamuk  Aedes aegypti, “ungkap Hj Cucu.

Lurah Sukamelang, Hj Cucu bersama petugas dari Dinkes, Ketua RW 01 serta Ketua RT mulai RT 5-RT 9

Ada Penurunan Kasus DBD

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi membenarkan kalau kasus DBD sempat mengalami lonjakan. Namun pada bulan Juli ini  mengalami penurunan karena  jumlah penderita DBD tercatat sebanyak 54 orang, jauh dibandingkan bulan Juni yang mencapai 147 orang.

Sedangkan  sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 601 kasus DBD di Kabupaten Subang. Adapun sebarannya per bulan yakni Januari sebanyak 60 kasus, Februari 90 kasus, Maret 45 kasus, April 49 kasus, Mei terjadi lonjakan menjadi 152 kasus, kemudian Juni 147 kasus, dan menurun drastis pada Juli menjadi 54 kasus.

“Dari total 601 kasus tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Korban berasal dari berbagai rentang usia, mulai dari balita hingga dewasa,” ungkap dr. Maxi

Meski trend penderita DBD mengalami penurunan, pihak ha  mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, potensi penyebaran DBD masih ada. Namun, lanjut Maxi, upaya penanganan yang dilakukan secara menyeluruh berhasil menurunkan jumlah kasus pada bulan Juli.

“Kami terus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan, mulai dari fogging fokus, pemberdayaan kader jumantik, edukasi di sekolah-sekolah, hingga sosialisasi 3M Plus,” pungkasnya dan terpenting warga  untuk ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.(Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *