150 Koperasi Merah Putih Tuntas Terbangun di Kabupaten Subang

GALAGALA.ID,Subang,- Komandan Komando Distrik Militer ( Dandim) 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekitar 150 titik program Koperasi Merah Putih telah selesai dibangun dari target 175 titik yang telah direncanakan di Kabupaten Subang dan ini terus menunjukkan progres signifikan.

Hal ini diungkapkan Dandim saat Podcast Berbincang bincang Pasundan pada Selasa (5/5/2026). Ia menargetkan seluruh koperasi sebanyak 175 titik koperasi akan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026 sebagai bagian dari program penguatan ekonomi desa berbasis kerakyatan.

“Alhamdulillah sekitar 150-an sudah selesai. Insyaallah di bulan Agustus nanti sudah 100 persen semuanya rampung,” ujarnya.

Ia optimistis seluruh target dapat dituntaskan tepat waktu menjelang peluncuran nasional program tersebut.

Menurut Dandim, pembangunan saat ini tinggal menyelesaikan tahapan akhir, termasuk proses administrasi dan perizinan. Pemerintah daerah juga dinilai berperan aktif dalam membantu penyediaan lahan serta penentuan lokasi pembangunan koperasi di berbagai desa.

Program Koperasi Merah Putih sendiri mendapat dukungan luas dari masyarakat maupun instansi pemerintah.

Kehadiran koperasi tersebut diyakini mampu menjadi pusat penggerak ekonomi desa, mulai dari penyimpanan hasil pertanian hingga distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

“Ke depan konsepnya satu desa satu koperasi. Jadi seluruh desa di Subang diharapkan memiliki pusat ekonomi mandiri yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Tak hanya menjadi tempat simpan pinjam, koperasi juga dirancang memiliki fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, pusat jual beli hasil bumi, hingga distribusi pupuk dan beras.

Bahkan, koperasi tersebut diproyeksikan mendukung program strategis nasional, termasuk penyediaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kodim 0605/Subang memastikan akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar koperasi dapat berjalan optimal serta benar-benar memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

“Harapannya ekonomi desa semakin tumbuh. Dari produksi, penyimpanan sampai distribusi bisa dikelola masyarakat sendiri melalui koperasi,” pungkasnya. (Redal) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *