Ratusan Pohon Akasia Ditanam Siswa SMPN 4 di Talaga Sunda Dangdeur

Subang,Galagala.Id,- Salah satu realisasi dari kurikulum merdeka, terutama P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 4 Subang digelar pada Jum’at (17/11/2023). Selain ke PT Dahana sekira 200 siswa, juga yang menarik penanaman pohon di kawasan Talaga Sunda, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang.

Betapa tidak, pohon Akasia atau Acacia manguium adalah pohon besar berbunga yang tumbuh mencapai ketinggain 30 meter. Pohon ini memiliki batang bebas cabang lurus yang panjangnya mencapai lebih dari setengah total tinggi pohon. Pohon akasia muda memiliki kulit batang mulus dan berwarna kehijauan.

Yang jelas pohon tersebut sangat banyak manfaatnya tidak hanya untuk penghijauan semata. Tetapi kayunya ldigunakan untuk membuat barang-barang rumah tangga, seperti mangkok, sodet, kursi dan semacamnya. Pohon akasia banyak dijadikan orname dalam industri sejenis minyak wangi. Ini karena akasia memiliki aroma yang sangat khas dan bernilai jual tinggi saat dijadikan parfum.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMPN 4 Subang, Iin Isnaeni membenarkan kalau kegiatan P5 merupakan upaya menanamkan karakter Keimanan Ketakwaan pada Tuhan YME Salah satu ya elemen akhlak kepada alam dengan meningkatkan daya nalar kritis dan menumbuhkan kreatifitas siswa.

Langkah tersebut merupakan dimensi yang sangat diutamakan dalam Profil Pelajar Pancasila. Bahkan dalam pelaksanaannya selalu bermitra dan akan terus berlanjut dengan pihak ketiga lainnya. “Kegiatan ini juga sangat sejalan dengan Program Sekolah yang menyandang status Sekolah Berketahanan Iklim di Jawa Barat,” ujarnya.

Pada pelaksanaan kegiatan di Talaga Sunda, sedikitnya ada 170 siswa siswi ditambah 14 pendamping atau guru. Kedatangan mereka diterima resmi oleh Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 2 Purwakarta, Lismawati dan jajarannya.

Sebelum melakukan penanaman, para pelajar diberikan penjelasan dan arahan berapa pentingnya
penanaman pohon dalam upaya kelangsungan kehidupan. Secara husus materi yang diberikan Kepala Cabang terkait Pemanasan Global dan Kesadaran Lingkungan.

Kegiatan bertemakan Gaya Hidup Berkelanjutan. Tentu sangat berarti dan menjadi ilmu tersendiri bagi para pelajar itu sendiri. “Kegiatan ini sangat positif untuk memberikan kesadaran bagi generasi muda untuk selalu memelihara lingkungan dalam upaya pencegahan Pemanasa Global,” ungkap Lisnawati.

Salah satunya dengan menjaga gaya hidup agar mengurangi emisi karbon, mengurangi sampah plastik dan styrofoam, mengolah sampah organik sebagai pupuk hijau dan ikut peduli menanam pohon setiap saat di tempat tempat kritis.(Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *