Presiden Prabowo Kunjungi Booth Defend ID di Indo Defence 2024 Expo – Forum

Presiden RI, Prabowo Subianto di Indo Defence 2024 Expo-Forum melakukan kunjungan pada booth, sekaligus menyaksikan penandatanganan kontrak bersama Kementerian Pertahanan dengan BUMN & BUMS

GALAGALA.ID, Jakarta,- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto membuka resmi Indo Defence 2024 Expo & Forum di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Usai meresmikan, Presiden melakukan kunjungan kebooth DEFEND ID.

Booth di sana  menghadirkan Holding BUMN Industri Pertahanan, DEFEND ID yang terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT PAL Indonesia, dan PT Dahana. DEFEND ID memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian alat utama sistem senjata (Alutsista) nasional.

Dalam kunjungan nya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto didampingi secara langsung oleh, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Sigit Puji Santosa sebagai Direktur Utama PT Pindad, Marsda Gita Amperiawan sebagai Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Dr.Kaharuddin Djenod, M.Eng sebagai Direktur Utama PT PAL Indonesia, dan Hary Irmawan sebagai Direktur Utama PT Dahana. Para Direktur Utama memberikan penjelasan langsung kepada Presiden mengenai produk-produk unggulan, capaian teknologi terbaru, serta arah pengembangan industri pertahanan yang akan terus maju.

Dalam sambutan di acara pembukaan event Indo Defence 2024 Expo & Forum, Presiden RI, Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan pertahanan nasional melalui dukungan industri dalam negeri dan diplomasi pertahanan “Di tengah dinamika geopolitik global, komitmen kami adalah memastikan kedaulatan bangsa melalui inovasi teknologi pertahanan yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.” ucap Joga.

Mengusung tema strategis: “Defence Partnerships for Global Peace & Stability”, menjadi sebuah bentuk penegasan atas visi Indonesia sebagai negara yang aktif menjaga perdamaian dunia sambil memperkuat kemampuan pertahanan nasional secara mandiri dan berdaulat.

Gelaran Indo Defence 2024 Expo & Forum, DEFEND ID menghadirkan booth terintegrasi yang menampilkan deretan produk dan teknologi unggulan hasil inovasi industri pertahanan dalam negeri. Mulai dari kendaraan tempur darat, sistem persenjataan, kapal perang, amunisi, pesawat militer, hingga sistem elektronik dan teknologi pertahanan. Booth ini menjadi etalase kemajuan kemandirian pertahanan nasional. Partisipasi DEFEND ID tidak hanya ditujukan untuk memperkuat citra industri pertahanan Indonesia di mata dunia, tetapi membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra global dalam pengembangan teknologi pertahanan.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin untuk menampilkan produk terbaik, PT Len Industri (Persero) hadir dan berperan sebagai integrator sistem lintas platform untuk Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata Nasional), dengan pendekatan network centric warfare yang terintegrasi dan adaptif terhadap dinamika ancaman modern. Dalam menjalankan perannya, PT Len Industri (Persero) menghadirkan berbagai produk unggulan seperti Len NavysysIntercom M2, NCS Link ID, CMS/FCS, SII, dan IMINT, yang mendukung efektivitas dan interoperabilitas sistem pertahanan.

Dalam sistem senjata dan amunisi unggulan dari PT Pindad, termasuk inovasi terbaru seperti senapan serbu SS3-M1, senjata anti drone SPS-1, SS Amphibious dan Senapan MesinBerat (SMB) SM5-A1. Dalam kategori senjata, menghadirkan berbagai varian SS2, Senapan Penembak Runduk (SPR), Senapan Penembak Mahir (SPM/DMR), Senapan Mesin (SM), Senapan Pelontar Granat (SPG), SS Blackout, senjata mortir hingga Remote Controlled Weapon Station (RCWS).

Event ini juga menjadi momentum bagi PT Pindad untuk memperkenalkan dan meresmikan kendaraan operasional 4×4 elektrik, Pandu. Kendaraan ini ditujukan untuk menunjang operasional TNI dengan kemampuan taktis yang bersumber tenaga listrik(BEV – NMC battery). Menggunakan motor listrik bertipe 3 in 1 Permanent Magnet Synchronous Motor, Pandu mampu melaju pada kecepatan aman 100 km/jam dan memiliki jarak tempuh hingga 400 km.

Kali ini, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) lebih mendorong komersialisasi produk- produk unggulan, dari pesawat terbang hingga sistem senjata. Melalui rangkaian produk strategis, PTDI memamerkan beragam kemampuannya dalam pengembangan special mission platform pada pesawatCN235-220 dan helikopter Bell 412 untuk operasi Anti-Submarine Warfare (ASW), produksi Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) dan Wrap Around Fin Aerial Rocket (WAFAR), pesawat NC212i dan N219, pengembangan produk Unmanned Aerial Vehicle (UAV), serta produk kolaborasi lainnya dengan industri dalam negeri maupun internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *