Unuk ini masyarakat harus berupaya untuk mencegah penularan TBC. Di kita masih mending karena penderita tidak seperti di Negara maju, mereka diisolasi atau dikurung paksa masuk RS dan tidak boleh berhubungan dengan orang sehat. “Sekali lagi, penyakit yang cepat menulaurnya ini tidak bisa diobati dengan obat lainnya kecuali obat anti Tuberkolusi. Pemberiannya pun tidak sembarangan tetapi harus diberikan oleh tenaga kesehatan. Kalaupun ada penambahan lainnya harus sepengetahun tenaga kesehatan” jelas dr.Afty.
Saat minum obat pun yang benar adalah saat perut kosong, pagi hari sebelum makan atau malam hari sebelum tidur dan diberikan jeda antara makanan sekitar setengah jam. Demikian dalam dosis yang diberikan harus oleh petugas kesehatan sesuai dengan berat badan seperti 40 kg menggunakan dosis 3 tablet. Demikian pula saat menelan obatnya yang benar dan baik, bila tidak akan memperparah penderitanya.
Dijelaskannya, penyakit yang akan mempercepat seseorang atau mempermudah timbulnya penyakit TBC. Mereka yang terinfeksi HIV/AIDS, penderita kencing manis atau diabetes mellitus yang lebih dikenal dengan penyakit DM, serta gejala yang tidak harus menunjukkan gejala batuk.
Untuk mencegah penyakit ini, bagi bayi dengan Imunisasi BCG pada bayi 0 – 1 bulan mencegah terjadinya TB berat.Menutup mulut dan hidung pada saat batuk atau bersin, mencegah terpercikanya kuman TB di udara. Menampung dahak di tempat tertutup dan dibuang di tempat pembuangan.
Demikian pula menjaga sirkulasi udara di ruangan tertutup dan cahaya matahari yang cukup, berprilaku hidup bersih dan sehat, makanan bergizi, Olahraga teratur, tidak merokok dan minum minuman beralkohol, “Jika sedang menderita batuk sebaiknya menggunakan masker. Tutup mulut dan hidung saat batuk dengan tisue, sapu tangan atau lengan bagian dalam. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, “pungkasnya.




