Bandung, galagala.id,- Dana sebesar Rp 700 miliar akan digelontorkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengurai bahwa dana itu akan digunakan untuk mendanai tujuh komponen pembiayaan pilkada. Sedangkan dua komponen lainnya disepakati akan dibiayai oleh Pemda Kabupaten dan Kota.
“Pilkada ini dibiayai bersama oleh provinsi serta kabupaten dan kota, sehingga kami (Pemda Provinsi Jabar) mengeluarkan lebih Rp 700 miliar. Kemudian, kota dan kabupaten rata-rata ada yang Rp 30 miliar, Rp 50 miliar, Rp 60 miliar,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil.
Kang Emil pun berharap, para kepala daerah yang nantinya terpilih, mampu menjadi pemimpin yang amanah. Kang Emil mengungkapkan, ada tambahan jumlah pemilih, yang mencapai hampir 35 juta jiwa pada tahun 2024.
“Presentase kehadiran pemilih Jabar sudah baik, mencapai 79% semoga tahun ini tembus angka 80an. Saya pesan kepada Asda 1 dan kepala daerah agar menyosialisasikan pilkada, terutama untuk pemilih Gen-Z, buatlah kampanye kreatif, agar generasi muda jangan apatis,” pesan Kang Emil.
Kang Emil pun menyoroti keamanan dan kondusifitas pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada bulan November, tapi tetap di hari yang berbeda-beda. Dirinya mengimbau agar jangan sampai ada ‘dinamika yang tidak perlu’.
“Harus ada ketegasan dari KPU tentang aturan, mana yang boleh mana yang tidak. Jaga kondusifitas,”tegasnya.

Bupati Subang H. Ruhimat pun menghadiri dan ikut serta dalam penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama tentang komponen pendanaan bersama pada pilkada serentak tahun 2024, bertempat di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung. Rabu (21/6/2023).
Dalam acara tersebut dilaksanakan penandatanganan secara langsung oleh setiap kepala daerah atau yang mewakili dari seluruh Kabupaten/Kota se- Jawa Barat.
Turut hadir dalam penandatanganan tersebut asisten daerah 1 Prov Jabar, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jabar, wakil ketua komisi 1 DPRD, KPU dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat.***




