Pasis Seskoad dan Tim Antam Kunjungi Pabrik Bahan Peledak Dahana

Subang,Galagala.Id.-Tim PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. melakukan kunjungan ke Energetic Material Center (EMC) Dahana dalam rangka memperkuat kerjasama antar BUMN yang sudah berjalan sejauh ini, serta secara khusus berkolaborasi untuk membangun komitmen bersama dalam mendorong nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) antara dua perusahaan plat merah.

Kunjungan yang sama pun dilakukan Pasis Dikreg LXIII Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat ( Seskoad) yang dipimpin langsung Komandan Seskoad, Mayor Jenderal TNI – I Ketut Duara, S.E., M. Tr. (Han). Mereka datang untuk melakukan Studi Wisata Industri Strategis Pertahanan ke PT Dahana.

Komandan Seskoad beserta jajarannyav disambut hangat secara langsung oleh DIrektur Utama Dahana, Wildan Widarman. Sedangkan Tim dari Antam diterima secara langsung oleh Pjs. Vice President EMC Dahana, Dadan Munawar dan GM Divisi Tambang Umum (DTU) -1, Herry Sudaryanto serta Senior Manager Operasi DTU 1 Teja Sukmara di Kampus Dahana, Subang, Selasa, 31 Oktober 2023.

Herry Sudaryanto menuturkan bahwa Antam merupakan salah satu mitra terlama yang tetap mempercayakan Dahana untuk memenuhi kebutuhan produk dan layanan bahan peledaknya. Pertemuan ini menurutnya sangat baik untuk memperkuat kolaborasi dalam rangka memajukan sektor pertambangan nasional serta disisi lain kami berkomitmen bersama dalam upaya meningkatkan nilai TKDN sebagai wujud kebanggaan dalam menggunakan produk dalam negeri.

“Kami ucapkan selamat datang kembali kepada rekan-rekan dari Antam. Semoga silaturahmi ini dapat memperkuat jalinan kolaborasi positif yang selama ini sudah berjalan di antara Dahana dan Antam. Dan secara khusus kami saling berkomitmen untuk terus mendorong nilai TKDN dari produk-produk Dahana sebagai langkah nyata untuk terus membuktikan bahwa produk dalam negeri bisa bersaing didalam aplikasi peledakan pada sektor tambang bawah tanah,” ungkap Herry.

Di sektor pertambangan bawah tanah, Dahana menawarkan Total Explosive Solutions yang terdiri dari penyediaan suplai bahan peledak, drilling & blasting, loading & hauling termasuk di dalamnya pekerjaan penyanggaan, penggalian, pengurugan, pemadatan sampai dengan perlindungan dan perkuatan dinding, pergudangan, pembangunan pabrik on site (on site plant), underground explosive charger, pergudangan, hingga perizinan

Selain itu, Dahana sejak tahun lalu telah bergabung dengan holding BUMN Industri Pertahanan Indonesia (DEFEND ID), bersama dengan PT Len Industri (Persero) sebagai induk, PT Pindad, PT DI, dan PT PAL Indonesia. Meskipun bergerak di industri pertahanan, Dahana tak melupakan untuk berkembang di sektor komersial, terlebih saat ini hampir 95% pemasukan Dahana berasal dari jasa dan layanan bahan peledak komersial. Salah satu wujud layanan sektor komersial adalah adanya kerjasama dengan Antam yang merupakan bagian dari holding MIND ID sehingga hal ini semakin memperkuat kolaborasi positif antar holding BUMN.

Sementara itu,Procurement and Material Management Manager PT Antam Tbk,Ferry Pathurohman Hidayat, menyampaikan kunjungannya saat ini sebagai upaya penguatan kerjasama antar perusahaan BUMN. Menurutnya, sebagai perusahaan yang sama-sama memegang teguh core values AKHLAK sebagai nafas dalam berusaha, kolaborasi merupakan salah satu syarat utama untuk memajukan kedua perusahaan. Dan BUMN harus menjadi roda pendorong dalam memajukan produk-produk dalam negeri.

“Kami mengucapkan rasa terima kasih kepada Dahana yang telah menerima kami dengan baik di Kampus Subang, Semoga pertemuan ini dapat mempertegas kerjasama yang telah terjalin selama puluhan tahun bagi kedua perusahaan. Kami sangat senang dalam menggunakan produk-produk Dahana, selain dari nilai TKDN sudah memenuhi harapan kami, namun disisi lain secara kualitas sudah sangat membanggakan dibuktikan dalam sekian lama penggunaan di lokasi kerja PT ANTAM.

TNI – Dahana Sangat melekat

Direktur Utama Dahana, Wildan Widarman dihadapan Danseskoad menerangkan kedekatan Dahana dengan TNI sangat melekat. Dimana perusahaan bahan kiblat bahan peledak Indonesia tersebut embrionya dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) melalui “Proyek Menang”. Seiring perjalanan waktu, Dahana semakin berkembang dan menjadi perusahaan bahan peledak dengan fasilitas terlengkap di ASEAN.

“Nama Dahana sendiri diambil dari bahasa Sanskerta yang memiliki makna api, kemudian dalam rangka ekspansi bisnis Dahana pindah ke Subang Jawa Barat dengan menempati lahan seluas hampir 600 hektar. Di sini dibangun berbagai fasilitas produksi, perkantoran, gudang dan fasilitas pendukung lainnya yang berada di Kawasan Energetic Material Center,” ungkap Wildan.

Sejak perpindahan ke Subang, Dahana mengalami perkembangan pesat dengan mendirikan berbagai pabrik dan fasilitas bahan peledak. Saat ini, bahan peledak milik Dahana telah mendapatkan kepercayaan dari konsumen di tanah air maupun luar negeri, baik untuk sektor pertambangan umum, kuari dan konstruksi, migas, dan tentunya militer.

Pada April 2022, Dahana didaulat menjadi bagian dari Holding Industri Pertahanan Indonesia (DEFEND ID) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Dahana bersama PT Len Industri (Persero), PT PINDAD, PT DI, dan PT PAL diberi amanah untuk menjadi motor terwujudnya kemandirian Alutsista dan Alpalhankam Indonesia.

Di sektor militer, Dahana telah memproduksi berbagai inovasi, seperti Roket Pertahanan yang terdiri dari RHan 122b, RHan 450. Selain itu Dahana juga memproduksi Bomb P Series yang diaplikasikan pada pesawat Sukhoi, Senjata Lawan Tank, Kendaraan Peluncur Roket/Multiple Launch Rocket System (MLRS), dan produk pertahanan lainnya. Dalam pengembangan produk tersebut, Dahana menggandeng industri pertahanan lainnya sebagai langkah kolaborasi mewujudkan kemandirian alutsista nasional.

Sementara itu, Mayjen TNI, I Ketut Duara menyampaikan salah satu tujuan dari Studi Wisata ke PT Dahana adalah sebagai sarana bagi Pasis Seskoad untuk mengetahui sudah sejauh mana peran serta PT Dahana dalam menjawab kebutuhan bahan peledak secara spesifik serta sarana dan prasarana pendukungnya.

“Terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Direktur Utama Dahana dan staf yang di sela-sela kesibukannya masih dapat meluangkan waktu untuk menerima rombongan dari Seskoad. Kegiatan Studi Wisata Pasis Seskoad ke Dahana merupakan momen sangat penting dalam upaya mengembangkan wawasan para Pasis tentang industri strategis, khususnya untuk memenuhi kebutuhan TNI di masa mendatang,” ungkap I Ketut Duara.(Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *