Pasca Jenderal Agus Jadi Panglima. Siapa Calon KSAD ?

Jakarta, Galagala.Id,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI, Rabu (22/11/) 2023 pagi di Istana Negara.

Lantas siapa pengganti Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD), jabatan yang ditinggal Jenderal Agus?Agus mengatakan masih mencari sosok penggantinya di matra darat itu.

Dia menyebut KSAD selanjutnya harus berpangkat bintang tiga dan memiliki kualitas yang memenuhi syarat atau eligible.”Belum, belum. Kita lihat saja bintang tiga yang eligible,” kata Agus di Istana Negara.

Sejumlah nama perwira tinggi dinilai berpeluang menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) seiring dengan dilantiknya Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi berpendapat dari Akmil 89, ada nama Komandan Kodiklat TNI Letjen Eko Margiyono, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat, Letjen Teguh Muji Angkasa, Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan Ka Bais Letjen Rudianto yang berpeluang menjadi KSAD.

Sementara dari Akmil 90-an, ia menyinggung nama Sesmenko Polhukam Letjen Teguh Pudjo Rumekso dan Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak.
Sementara dari Akmil 90-an, ia menyinggung nama Sesmenko Polhukam Letjen Teguh Pudjo Rumekso dan Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak.

“Yang menonjol dan berpeluang besar, juga sering dibicarakan publik adalah Letjen Maruli dan Letjen Suharyanto,” kata Bobby saat dihubungi wartawan.

Menurutnya, secara politik, jabatan Maruli adalah yang paling strategis dan lebih dekat ke jenjang KSAD. Maruli juga dinilai paling populer.
“Tantangannya adalah usia masa aktif yang lama sekitar 5 tahun yang bisa berpengaruh pada proses regenerasi kepemimpinan di AD,” katanya.

Namun, menurutnya, masa aktif yang masih panjang itu bukan masalah. Sehingga peluang Maruli masih besar.
“Yang terlama menjadi KSAD ada AH Nasution 10 tahun 1949-1952 dan 1955-1962, disusul Umar Wirahadikusuma 1966-1973, dan Edi Sudrajat 1988-1993. Tapi hal ini bukan masalah. Maruli yang sangat berpeluang saat ini,” katanya.

Sejauh ini terdapat 17 perwira tinggi AD yang menyandang pangkat letnan jenderal (letjen) yang masing-masing mengisi pos strategis di jabatan organisasi kementerian/lembaga, jabatan organisasi markas besar TNI hingga pos jabatan organisasi markas besar TNI-AD.

Perwira bintang tiga yang mengisi sejumlah jabatan organisasi di markas besar TNI hingga Kementerian Pertahanan:

Letjen Arif sebagai wakil KSAD, Letjen Hilman Hadi sebagai Inspektorat Jenderal TNI AD, Letjen Sonny Aprianto sebagai Koordinator Staf Ahli KSAD, Letjen Maruli Simanjuntak sebagai Panglima Kostrad.
Letjen Teguh Muji Angkasa sebagai Komandan Pusat Teritori AD, Letjen Anton Nugroho sebagai Komandan Pusat Persenjataan Infanteri, Letjen Albertus Budi Sulistya sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto.

Letjen Bambang Ismawan sebagai Kepala Staf Umum TNI, Letjen Richar Taruli Horja Tampubolon sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III
Letjen Teguh Arief Indratmoko sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI, Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Letjen Rudianto, Komandan Komando Pembinan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Letjen Eko Margiono, Letjen Suharyanto sebagai Kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Letjen Teguh Pudjo Rumekso sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Letjen Budi Prijono sebagai Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen Jonni Mahroza sebagai Rektor Universitas Pertahanan, Wakil Kepada Badan Intelejen Negara (BIN) Letjen I Nyoman Cantiasa.(Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *