Otak Pembacokan di Pamanukan Diringkus Polisi Hendak Kabur ke Luar Kota

Polsek Pamanukan berhasil membekuk pelaku kasus pembacokan, termasuk mengamankan barang bukti berupa tujuh buah senjata tajam

GALAGALA.ID, Pamanukan,- Aparat kepolisian dari Sektor Pamanukan Polres Subang menunjukkan kesigapannya dalam memberantas tindak kriminalitas. Setelah sebelumnya mengamankan sejumlah pemuda terkait kasus pembacokan, kini giliran aktor utama di balik insiden berdarah tersebut berhasil diringkus.

RA (19), sang pelaku utama, tak berkutik saat petugas menghadangnya di area pemakaman umum. Upaya RA untuk melarikan diri ke luar kota demi menghindari jerat hukum pun kandas berkat strategi kepolisian yang tepat. pada Senin malam 12 Mei 2025. “Pelaku utama ini berupaya melarikan diri, namun berkat upaya pemancingan, akhirnya berhasil kami amankan di area pemakaman umum pada Senin malam,” jelas  Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin kepada media, Selasa, (13/5/ 2025).

Tak hanya RA, polisi juga berhasil menciduk empat pemuda lainnya yang turut terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Mereka adalah TJ (25), K (30), N (21), dan TM (18). Dengan penangkapan ini, total enam orang telah diamankan pihak kepolisian terkait kasus pembacokan yang meresahkan warga.

Pengembangan kasus tak berhenti pada penangkapan para pelaku. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua bilah senjata tajam tambahan. “Total senjata tajam yang kita amankan saat ini berjumlah tujuh buah,” ungkap AKP Udin.  Hal ini semakin memperkuat indikasi bahwa aksi pembacokan tersebut telah direncanakan dan dilakukan secara berkelompok.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Roni Rohmatullah, seorang remaja asal Desa Lengkongjaya, menjadi korban keganasan kelompok pemuda bersenjata tajam pada Minggu dini hari (11/5/2025). Akibat serangan brutal tersebut, Roni mengalami luka serius di paha bagian kiri dan harus menjalani perawatan medis dengan tujuh jahitan.

Menyikapi maraknya kasus kekerasan yang melibatkan remaja, AKP Udin menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pengawasan. Ia secara khusus menyoroti peran krusial orang tua dalam membimbing dan mengawasi tumbuh kembang anak-anak mereka. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan pengawasan, terutama orang tua. Jangan sampai anak-anak yang sedang mencari jati diri ini terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik,” imbaunya.

AKP Udin, menegaskan masa remaja adalah fase krusial di mana individu tengah mencari identitas diri. Oleh karena itu, pengawasan dan pemberian pengetahuan yang tepat sangat dibutuhkan agar energi dan potensi remaja dapat disalurkan ke arah yang positif, bukan malah terjerumus dalam tindakan kriminal. “Orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk mengawasi anak-anaknya yang sedang mencari jati diri. Jangan sampai mereka salah pergaulan dan bergabung dengan kelompok yang justru menjerumuskan mereka,” pungkas Kapolsek Pamanukan.(Redal)***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *