Penanaman dilaksanakan di lahan tambak milik warga Desa, H. Sadi dan Bu Uneng di samping tanggul maupun di tengah tambaknya.
Setelah acara simbolis penanaman rombongan meninggalkan lokasi dan peserta dan tamu undangan melanjutkan focus grup diskusion yang menjadi narasumber, Iwan Nirawandi dari Direktorat Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH/BPLH Ri dan Kabid.Pengeloaan Daerah Aliran Sungai Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Irawan dan dioandu oleh Cece Rahman.


Dalam diskusi tersebut terungkap best praktis kegiatan komunitas didalam melakukan pemulihan lingkungan dan menjadi penting peran komunitas dalam restorasi mangrove dan pengelolaan sampah. Langkah ini menjadi paket hemat dalam pelestarian lingkungan hidup diwilayah pesisir Pantai Utara Kabupaten Subang ditambah, semangat kolaborasi/guyub setiap stakeholder menjadi kunci dalam keberhasilan program.
“Jadi jangan hanya menanam saja yang dilakukan oleh YLNI, tapi juga pemeliharaan agar tidak terjadi praktek pemborosan dan rawan kerusakan lingkungan,”kata Iwan
Berkat kolaborasi, kegiatan berjalan lancar karena didukung PT GDA, Pertamina EP Field Subang, PT Intijaya Subang Industri, PT Ecopaper, PT Subang Energi Abadi, PT Subang Sejahtera, PT Dahana, Bank Subang, Papertech, PT Supreme, PT Japfa, dan PT Tirta investama Aqua
Dalam kegiatan itupun diberikan penyerahan penghargaand dari Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan bagi perusahaan yang melakukan penanaman dan pemeliharaan seperti PT. Pertamina EP Field Subang, PT. Global Dairi Alami, PT. Ecopaper dan PT. Intijaya Subang Industri.(Redal)***




