GALAGALA.ID, Sukasari,- Tekad kuat di beberapa desa pesisir Pantai Utara (Pantura) Subang mengelola sampah cukup sampai desa terus dikembangkan. Bahkan diperkuat dengan mengadakan berbagai pelatihan dan pembelajaran.
Salah satunya dengan mengundang Ketua umum Forum Bank Sampah(FBS) Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang untuk memberikan pencerahan. Kegiatan ini diinisiasi Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) dan berlangsung di aula Desa Anggasari Kecamatan Sukasari, Subang, beberapa waktu lalu.
Selain pemateri Ketua FBS Jabar, Dr. Ir. M. Satori, MT, IPU dan Cece Rahman dari DLH Bidang Tata Lingkungan Hidup juga hadir Kepala Desa Anggasari, pengurus YLNI, Babinsa TNI AD Desa Anggasari dan pengurus Bank Sampah Desa Anggasari 1 dan 2, pengurus Bank Sampah Legonkulon, pengurus Bank Sampah Pamanukan, pengurus Bank Sampah Desa Mayangan dan aparat Desa Anggasari, kurang lebih 30 orang.
Mereka dengan seksama mengikuti sosialisasi tentang operasionalisasi bank sampah dan prosfektif bagi kehidupan di desa maupun kota, sekaligus berdiskusi.
Cece Rahman, S. Sos. menyampaikan pentingnya dalam pengelolaan bank sampah dengan adanya manajemen organisasi yang mumpuni sehingga bisa menguatkan semangat dan komitmen dalam mewujudkan Sampah Selesai di Desa.
Oleh karenanya konsolidasi dan sosialisasi pengurus bank sampah penting dilakukan secara rutin untuk menjaga komitmen, semangat dengan prinsif memperdalam ilmu dan memperbanyak praktek.
Sementara Ketua FBS Jabar, M. Satori menyampaikan beberapa hal terkait Bank Sampah sebagaimana pengalamannya saat terjun menjadi aktivis lingkungan dalam hal ini pengelolaan sampah sejak 1993 hingga sekarang masih istiqomah selain menjadi dosen.
“Ada model yang dikembangkan di perumahan tempat tinggal saya dengan TPD 3R Tematik yang didesain dalam pengelolaan sampah yang di bungkus dengan taman yang asri dan didalamnya ada bank sampah, taman dan budidaya jenis tanaman yang bisa mensuplai bahan pangan ditingakat RW,” jelasnya.
Disebutkan, kunci dalam mewujudkan sampah dari rumah dengan membentuk Bank Sampah dan setelah dibentuk diumumkan di tempat-tempat strategis baik dipasar, tempat tinggal. Sehingga akhirnya bisa hidup dari sampah bukan hidup menjadi sampah.
Kepala Desa Anggasari, Sukendi sangat senang dan bangga atas acara yang dilaksanakan oleh Yayasan Lingkungan Nusantara Indah. Sebab dengan kehadiran 12 desa dari 4 kecamatan membuktikan adanya tekad bersama.
“Kami juga di sini tela mengeluarkan SK Kepala Desa tentang pembentukan Bank Sampah. Alhamdulillah langsung 2 Bank Sampah dan sekarang sedang sosialisasi ke masyarakat yang dibantu oleh YLNI yang sekretariat cabang Anggasari nya berada di RT 14 RW 4. Terima kasih YLNI,” ungkap Sukendi.
Endra Priatna selaku Dewan Pembina YLNI menyampaikan, bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas anggota dan pengurus Bank Sampah yang sudah dibentuk, sehingga dalam mengoperasionalkannya sesuai dengan aturaan dan komitmen sampah selesai didesa terwujud.(Redal)***




