Bank Permata Gelar
Wealth Wisdom 2026 di Bandung Perluas Makna Kekayaan,
dari Kesehatan hingga Legacy

Eddie Sajoga, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank Membuka
Acara Permata Bank Wealth Wisdom 2026 di Bandung Pada Sesi “Reading the Market,
Building the Future”

GALAGALA.ID, Bandung,-Ketika kekayaan dibicarakan, ukuran yang paling mudah terlihat adalah aset
yang berhasil dibangun. Namun, perjalanan kekayaan yang berkelanjutan juga ditentukan oleh hal-hal
yang tidak selalu terlihat: kesehatan yang dijaga, nilai yang diteruskan kepada generasi berikutnya, serta
kemampuan mengambil keputusan di tengah perubahan.

Perspektif tersebut menjadi bagian dari Wealth Wisdom 2026 di Bandung, beberapa waktu lalu yang menghadirkan tiga sudut
pandang mengenai bagaimana kekayaan dapat dibangun dan dijaga secara lebih menyeluruh. Ketiganya
mencangkup kesehatan sebagai fondasi kehidupan, legacy sebagai nilai yang diteruskan lintas generasi,
hingga kemampuan membaca dinamika pasar untuk menentukan langkah ke depan.

Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya, Wealth Wisdom 2026 mengusung tema “Finding Balance,
Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes”. Melalui tema tersebut,
Permata Bank melihat wealth bukan hanya sebagai sesuatu yang perlu ditumbuhkan, tetapi juga sebagai
bagian dari perjalanan kehidupan yang perlu dipersiapkan untuk jangka panjang.

Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan CEO
Sintesa Group (kanan) Pada Sesi “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts” Acara Permata
Bank Wealth Wisdom 2026 di Bandung

Legacy bukan sekadar warisan, tetapi nilai yang diteruskan
sebagaimana diungkapkan Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan CEO Sintesa Group,
yang mengisi kelas “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts”, kekayaan tidak hanya berkaitan dengan
materi, tetapi juga dengan nilai yang dibangun dan diteruskan lintas generasi. Pengalamannya dalam
meneruskan bisnis keluarga yang telah tumbuh lintas generasi selama lebih dari satu abad menunjukkan
bahwa keberlanjutan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi perlu dipersiapkan sejak dini.

Persiapan tersebut antara lain dilakukan dengan mengajak generasi penerus mengenal dunia usaha sejak
dini, sekaligus membangun entrepreneurial mindset, kompetensi, kerja keras, dan resilience. Nilai-nilai
tersebut kemudian diterapkan dalam bisnis melalui prinsip empowerment, entrepreneurship, excellence,
dan empathy, dengan orientasi beyond profit, beyond wealth untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

“Bagi saya, wealth bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang nilai yang kita bangun dan teruskan
kepada generasi berikutnya. Itulah yang membuat sebuah legacy dapat bertahan dan terus berkembang,”
ujar Shinta.

dr. Gia Pratama, Dokter dan Penulis saat memberikan materinya  “Healthy Body, Resilient Mind”

Menjaga yang Paling Berharga: Kesehatan sebagai Fondasi Wealth
Kelas “Healthy Body, Resilient Mind” bersama dr. Gia Pratama, Dokter dan Penulis, dan Dr. dr. Faris
Basalamah, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi &
Elektrofisiologi, menempatkan kesehatan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun
kehidupan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan salah satu pilar Wealth Wisdom, yaitu Health, kesehatan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kemampuan seseorang untuk terus berkarya, menjalani berbagai tahap kehidupan, dan
menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
dr. Gia menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar.

Memperhatikan asupan makanan, khususnya menjaga kadar gula darah, mengelola stres, serta rutin
berolahraga merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten untuk menjaga
kesehatan dalam jangka panjang.
“Menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Yang penting adalah membangun
kebiasaan baik dan menjadikannya bagian dari keseharian,” ujar dr. Gia.

Melengkapi perspektif tersebut, Dr. dr. Faris Basalamah menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan
jantung, terutama karena penyakit jantung koroner menjadi salah satu jenis penyakit jantung yang banyak
ditemukan di Indonesia. Mengontrol kolesterol dan memperhatikan perubahan kondisi tubuh seiring
bertambahnya usia menjadi hal yang penting.

Menurutnya, pencegahan dapat dimulai melalui perubahan
gaya hidup sederhana, termasuk olahraga ringan yang dilakukan secara konsisten.
“Menjaga kesehatan adalah proses jangka panjang. Perubahan gaya hidup yang kecil, jika dilakukan
secara konsisten, dapat membantu kita menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia,” ujar Dr. dr. Faris.

Ketahanan Wealth Juga Dibentuk dari Cara Membaca Perubahan
Jika kesehatan menjadi fondasi dan legacy menjadi sesuatu yang dipersiapkan untuk generasi berikutnya,
kemampuan membaca perubahan menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana kekayaan
dapat dijaga dan dikembangkan.

Dalam sesi “Reading the Market, Building the Future”, Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist &
Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia membahas dinamika ekonomi dan pasar, sementara Lo Kheng Hong, Investor Saham berbagi perspektif mengenai bagaimana investor membaca
nilai dan peluang dalam jangka panjang.

Dr. Katarina menjelaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini memiliki sisi the good, the bad, dan the ugly yang
perlu dilihat secara seimbang. The good terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tetap resilien, inflasi yang
terjaga, dan stabilitas rupiah yang membaik. Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga global masih menjadi
the bad yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pasar keuangan dan nilai tukar.

Sementara itu, the ugly tercermin dari persepsi dan kepercayaan investor yang masih perlu diperkuat, termasuk terkait
kebijakan dan tata kelola.
Memahami berbagai dinamika tersebut menjadi penting agar masyarakat dapat membaca peluang
sekaligus risiko ketika menentukan strategi keuangan untuk masa depan.

“Kondisi ekonomi yang relatif resilien memberikan landasan yang positif, tetapi ketidakpastian tetap akan
menjadi bagian dari perjalanan investasi. Karena itu, membangun kekayaan bukan hanya tentang
mencari pertumbuhan, tetapi juga memastikan strategi yang dimiliki cukup resilient dalam menghadapi
perubahan,” ujarnya.

Lo Kheng Hong, Investor Saham (kanan) secara gamblang memaparkan materinya “Reading the Market,
Building the Future”

Melengkapi perspektif tersebut, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya kebiasaan reading and thinking dalam memahami pasar. Membaca laporan keuangan, memahami bisnis di balik perusahaan, serta melihat nilai dan prospek jangka panjang menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandang investor.

la juga melihat pengalaman investasi sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menyempurnakan
cara mengambil keputusan.
“Setiap pengalaman dalam investasi memberikan pelajaran. Bahkan dari kerugian, kita bisa belajar untuk menjadi lebih hati-hati dan tetap rendah hati dalam mengambil keputusan,” tambah Lo Kheng Hong.

Dari menjaga kesehatan, mempersiapkan generasi penerus, hingga memahami perubahan pasar, ketiga
perspektif tersebut menunjukkan bahwa membangun kekayaan membutuhkan pandangan yang lebih luas dari sekadar pertumbuhan aset.

Melalui semangat “Growing Together Through Changes”, Permata Bank terus menghadirkan ruang bagi nasabah untuk memperoleh perspektif yang relevan dalam membangun, menjaga, dan mempersiapkan kekayaan di berbagai tahap kehidupan.
Informasi lebih lanjut mengenai Wealth Wisdom 2026 dapat
www.permatabank.com/id/articlewealth-wisdom-2026.
diakses melalui:
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Melinda Hoesain
Division Head, Corporate Relation & CSER
Permata Bank
P: +62 21 523 7788
e: corporate.affairs@Permata Bank.co.id
oOo
Nida Zaenab
ID COMM untuk Permata Bank
P: +62822 9910 8059
E: nida@idcomm.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *