Warga Protes, Satu Desa Lulusan SMPN Tidak Diterima di SMAN Kalijati Subang

Subang,Galagala.Id.-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya melalui jalur zonasi di semua daerah menuai sorotan. Termasuk di wilayah Kabupaten Subang, desa satu wilayah dengan Sekolah SMAN Kalijati tidak diterima dengan alasan tidak masuk zonasi.

Selasa (11/7/2023) puluhan orang tua siswa dari Desa Banggala Mulya Kecamatan Kalijati, Subang mendatangi SMAN Kalijati melakukan aksi protes dengan mendatangi karena anaknya tidak diterima di sekolah tersebut.

Jumlahnya tidak kepalang tanggung mencapai 39 anak lulusan SMPN. “Bagaimana tidak kesal pak, desa kita masih tetanggaan dan juga satu Kecamatan tetapi tidak masuk zonasi. Terus mau disekolahkan di mana karena yang ada juga di Kota Kecamatan itupun swasta,” kata seorang warga.

Mereka pun tetap meminta anaknya bisa sekolah di SMAN 1 Kalijati, Subang yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka. Bahkan ada yang mencurigai pihak sekolah lebih mementingkan siswa luar ketimbang siswa di lingkungan desa yang ada di kecamatan Kalijati.

Selain itu disinyalir juga ada siswa luar yang sengaja mendadak pindah domisili agar bisa sekolah ke SMAN 1 Kalijati, Subang.

Dengan pengawalan pihak keamanan dari Polsek Kalijati, rombongan warga yang membawa berbagai tulisan protes diterima danemgadakan dialog di aula sekolah dipimpin Wakasek Bidang Humas dan Sapras, Dedi Ahmadi.

Diri nya menjelaskan kalau Desa Banggala Mulya tidak masuk zonasi sehingga. praktis warganya untuk sekolah di SMAN 1 Kalijati, Kabupaten Subang tidak bisa.

“Kami juga pihak sekolah tak mengerti dengan aturan provinsi, kenapa Desa Banggala Mulya tak masuk Zonasi untuk sekolah di SMAN 1 Kalijati. Padahal desa tersebut masih masuk kecamatan Kalijati,” ucapnya

Tentunya Kata Dedi, kami prihatin dengan anak-anak di Desa Banggala Mulya karena tak terakomodasi untuk masuk ke SMAN 1 Kalijati.

Dedi berharap pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jabar bisa segera mengambil solusi agar anak-anak berjumlah 39 siswa tersebut bisa sekolah ke SMAN 1 Kalijati.

“Solusinya cuma 1 Disdik Provinsi Jabar harus menambah ruang kelas baru di SMAN 1 Kalijati, yang saat ini baru 8 kelas,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan mantan Kepala Sekolah SMAN Kalijati yang sama sama merasa kaget. Sebab warga di sana banyak yang ikut merintis berdiri nya sekolah, termasuk alumni.

“Jadi kalau bisa sich ada penambahan rombongan kelas.Unruk 3 siswa sisanya bisa masuk ke kelas reguler lain. Seingat saya, warga Banggala banyak berjasa pada awal majunya sekolah dari mulai 2011,” kata H.Supendi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *