Bekasi, Galagala.id,- Kalau kita melihat pakaian baik dari bahan kain maupun kaos yang penuh warna dan abstrak. Tentu akan memberikan kepuasan dan memiliki arti tersendiri termasuk yang melihat. Sebab memiliki pola unik dan amemang dapat dijadikan sebagai salah satu fashion item di koleksi terlebih hasil karya sendiri.
Tren ini cukup banyak digemari di kalangan anak muda, khususnya para penikmat hal-hal yang berpenampilan aesthetic kekinian. Itulah kain hasil proses ikat celup simetris yan disebut dengan Tie Dye Shibori
Ternyata Mudah Membuatnya

Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta ( UNJ )Dr. Dewi Suliyanthini dan M. Haryono M.Pd saat memberikan materi pelatihan sekaligus praktek kepada warga di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, baru-baru ini menjelaskan, kalau untuk membuat desain tie dye tidaklah rumit dan mudah. Tinggal ada kemauan langsung bisa.
Dengan dibantu dua mahasiswanya, Brelianti dan Nurasiah, Dr.Dewi mengungkapkan kalau asal mula tie dye Tie dye shibori adalah proses ikat celup simetris pada kain higroskopis dengan penggunaan teknik pewarnaan pakaian yang ditemukan pertama kali di Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an.

Teknik ini menggunakan metode pewarnaan bahan kain dengan cara membuat ikatan pada bagian tertentu.Yang kemudian akan direndam dalam cairan khusus hingga menciptakan motif menawan yang jadi ciri khasnya tersebut.
Cara Membuatnya tinggal menyiapkan bahan dan alat seperti kain katun atau kaos, Remazol, waterglass, baskom, gunting, tali rafia/karet dan soda sebagai alat bantu.
Langkah selanjutnya, 1. Mempersiapkan alas dan kain atau kaos yang akan dibuat menjad tie dye shirt. Bentangkan kaos di atas permukaan yang rata dan bersih, bisa meja atau lantai. Cubit bagian tengah kain dengan arah spiral hingga
membentuk lingkaran. Lalu ikat melintang dan putar secara perlahan untuk membentuk spiral menjadi 5 bagian.

Langkah kedua, DIFUSI yaitu
Proses melarutkan zat warna (remazol) pada larutan
air panas (hangat kuku). Pada tahapan ini diperlukan
bantuan soda (sifatnya melarutkan) dan
proses pengadukan. Menurut Dr. Dewi dalam membuat larutan bisa 1sdm + 1/2 sdt. Lalu larutkan dengan air biasa.
(Zat warna harus kebih pekat daripada air).
Masukkan ke dalam botol sebagai alat untuk
menyemprotkan ke kain.
Hal ini merupakan langkah ketiga atau MIGRASI. Selanjutnya zat warna melekat pada permukaan kain. Nah di sini disiapkan kain yang sudah diikat dengan karet/tali lalu zat warna yang sudah larut tadi kita tuangkan/semprotkan ke kain.
Langkah keempat, ABSORPSI & FIKSASI, Sebagai proses di mana zat warna sudah masuk ke inti kain dengan cara kita diamkan selama 15 sampai 30 menit. Sedangka fiksasi yaitu proses ketika zat warna sudah berikatan dengan
inti serat kain pada menit ke-60.

Langkah terakhir atau kelima,PENETRASI yaitu
proses penetralan. Dalam proses ini buka lipatan kain, laku rendam dengan waterglass agar warna tidak mudah luntur. 2sdm waterglass dilarutkan ke dalam 1/2 liter air lalu dibilas untuk menghilangkan sisa pewarna yang masih menempel.
Tentu saja akhirnya dijemur hingga kering dan kain atau kaos tie dye pun siap dipakai! Jadi mudah dan cepat cara membuatnya, bukan?





