Tonggak Kebangkitan Olahraga Subang

Kami sepakat, KONI harus lebih profesional, administrasi harus lebih rapih dan harus sepakat pada tujuan akhir yaitu prestasi yang gemilang. Atas tiga hal itulah kekompakan dan sistem itu kami bangun. Sebab organisasi harus tersistem dengan baik, transparan dan profesional mengacu kepada AD/ART.

Atas dasar perbaikan administrasi itulah, kami mencoba meyakinkan pemerintah Kabupaten Subang. Bahwa anggaran diusulkan berdasarkan kebutuhan yang sudah disusun. Berdasarkan usulan bidang dan cabang olahraga. Muaranya untuk menunjang prestasi. Disepakati oleh seluruh pengurus.

Alhamdulilah, kepercayaan pemerintah mulai pulih. Usulan anggaran KONI pun diberikan cukup maksimal. Kami gunakan sebaik mungkin. Sebab kami sadar, di pundak kami ada kepercayaan besar. Ada anggaran publik yang tidak boleh digunakan sembarangan.

Para atlet dan pelatih menerima anggaran secara langsung ke rekening masing-masing. Demikian pula anggaran untuk Cabor. Konsentrasi anggaran dimaksimalkan untuk dukungan prestasi.

Rasanya, dalam sehari, hampir 24 jam kami bekerja keras menata agar KONI lebih baik. Membina 53 cabang olahraga. Hampir tidak ada waktu luang untuk berleha-leha. Bagi saya, kepercayaan adalah segalanya. Adakalanya meninggalkan keluarga dan pekerjaan pokok. Tapi kami sadar, ini ladang ibadah untuk kemajuan Subang.

Keikhlasan, kerja keras, profesional dan rasa tanggung jawab itu terus kami tanamkan kepada setiap pengurus KONI. Hak-hak atlet, pelatih dan pengurus kami berikan. Kewajiban pembinaan, pencarian bibit unggul kami coba tuntaskan. Tidak mudah, tapi akhirnya semua punya pandangan yang sama. Menuntaskan kewajiban itu.

Di tahun kedua, tahun 2021 adalah momentum kami memetakan semua potensi atlet dan Cabor. Kami harus mengukur diri sejauh mana kemampuan kami. Maka semua penganggaran dan program harus mengacu kepada potensi yang bisa kami kembangkan.

Akhirnya kami bersyukur, semua cabang olahraga, apalagi yang menjadi tuan rumah dan dipertandingkan bisa benar-benar solid. Kompak menyiapkan diri untuk fokus menggapai prestasi.
Memang saya akui, kadang saya bersikap agak keras.

Tapi semata-mata bukan karena benci atau arogan. Tapi sebagai bentuk tanggung jawab. Ketika kita disumpah sebagai pengurus KONI, diberi amanah oleh pemerintah Subang untuk kebangkitan olahraga, maka itu harus kita laksanakan dengan baik.

Memang membangun olahraga tidak mudah. Butuh biaya besar untuk pembinaan dan pembangunan sarana olahraga. Tapi banyak cara yang bisa dilakukan. Bisa meminta bantuan pusat maupun provinsi. Bisa pula menggandeng perusahaan yang ingin memajukan olahraga.

Tidak ada yang tidak mungkin, jika ada tekad kemauan bersama. Semua bisa berkolaborasi untuk kemajuan olahraga.
Saya betapa merasakan menemukan tantangan memimpin sebuah organisasi olahraga yang beraneka ragam warna.

Di KONI menemukan lebih banyak karakter. Wawasan dan keilmuan baru. Sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan materi. Di akhir, saya sampaikan bahwa tidak ada pemimpin hebat kalau tidak ada kekompakan dan kesolidan tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *