Subang Bentuk Tikorda, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru

GALAGALA.ID, Subang,-Kabupaten Subang yang merupakan daerah lintasan pengangkutan ternak, termasuk banyaknya peternakan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis dan penyakit infeksi baru melalui pembentukan Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) yang melibatkan berbagai  organisasi perangkat daerah (OPD) bersama berbagai mitra lintas sektor.

Pembentukan tim tersebut dibahas dalam Pertemuan Lintas Sektor Penguatan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru(PIB) Berbasis Risiko yang berlangsung di  Aula Sawala Ageung, Laska Hotel dan  dibuka resmi oleh Bupati Subang diwakili Wakilnya, H.Agus Masykur Rosyadi, Kamis (10/9/2026).

Acara ini didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State (DoS) melalui program STRIDES-GHS (Strengthening Infectious Disease Detection System – Global Health Security) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan berkoordinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Pertanian dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr. drh. I Ketut Wirata M.Si., pada kesempatan tersebut nenuturkan pembentukan Tikorda ini bertujuan untuk memperkuat deteksi dini terhadap zoonosis dan penyakit infeksi baru.

“Program ini untuk memperkuat deteksi, meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan respon terhadap penyakit zoonosis dan PIB agar lebih cepat dan terpadu,”

Diungkapkan, Kabupaten Subang dipilih menjadi tempat dilaksanakannya program karena aktivitas perunggasan yang besar di Kabupaten Subang sehingga pendekatan satu kesehatan (One Health) yaitu kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan saling berkaitan harus dilakukan.

“Sejalan dengan pendekatan satu kesehatan karena kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terkait. Kabupaten Subang merupakan 1 dari 6 Kabupaten di 3 Provinsi yang menjadi prioritas karena Subang sangat strategis mengingat aktivitas perunggasan tinggi yang berkontribusi bagi ekonomi daerah dan nasional. Dengan pendekatan satu kesehatan kita memastikan hewan yang sehat mendukung masyarakat dan lingkungan yang sehat pula,” 

Diharapkan Pembentukan Tim Koordinasi Daerah ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Subang terkait kesehatan masyarakat hingga keamanan pangan yang terjaga.

“Pembentukan TIKORDA mampu memberi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, keamanan pangan, dan penguatan ekonomi di Kabupaten Subang.”

Membuka sambutannya, Wakil Bupati Subang, Kang Akur, mengaku bangga dan bahagia karena Subang menjadi salah satu daerah prioritas yang menjadi bukti komitmen kolektif dalam menjaga ketahanan dan kesehatan pangan bangsa.

“Atas nama Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang serta Masyarakat, kami ucapkan selamat datang di Kabupaten Subang yang sarat akan potensi bisnis, dan ini adalah komtimen kolektif menjaga ketahanan pangan dan kesehatan pangan bangsa Indonesia,”

Kang Akur mengapresiasi Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan, karena program ini akan mengakselerasi kesiapsiagaan dan deteksi dini zoonosis dan penyakit infeksi baru.

“Apresiasi bagi Pemerintah Amerika melalui DoS bersama Kementan dan Kemenkes yang akan mengakselerasi kapasitas kseiapsiagaan deteksi dini, surveillance berkelanjutan, dan integrasi data penyakit untuk mewujudkan kesehatan global,”

Diungkapkan, Kabupaten Subang dipilih menjadi tempat dilaksanakannya program karena aktivitas perunggasan yang besar di Kabupaten Subang sehingga pendekatan satu kesehatan (One Health) yaitu kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan saling berkaitan harus dilakukan.

Kang Akur menilai, dipilihnya Kabupaten Subang sebagai salah satu daerah prioritas adalah karena Kabupaten Subang merupakan salah satu lanskap strategis dalam ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Kabupaten Subang memliki lanskap strategis dalam ketahanan pangan karena merupakan salah satu sentra industri unggas di Jawa Barat,”

Kang Akur menegaskan kesehatan ternak di Kabupaten Subang sangat penting karena tidak hanya menjadi sumber pangan dan protein namun juga merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Subang.

“Ayam broiler di Kabupaten Subang pada 2025 melampaui 13 juta ekor. Dengan skala usaha masif dan perputaran yang besar tentu menopang ekonomi masyarakat dan sumber protein. Di balik itu semua ada kerentanan dan resiko biologis yang tidak boleh diabaikan,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kang Akur juga mengingatkan ancaman zoonosis dan penyakit infeksi baru di tengah perkembangan daerah yang harus diantisipasi sejak awal.

“Tantangan ini makin nyata seiring pesatnya pembangunan Kabupaten Subang. Jika ancaman zoonosis dan PIB tidak dikelola dengan mitigai yang tangguh, dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat namun bisa melumpuhkan perekonomian daerah,”ingat Wabup.

Terakhir, Kang Akur yakin Pembentukan Tim Koordinasi Daerah Kabupaten Subang akan menjadi kekuatan besar dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksi baru di Subang.(redal)***

ejalan dengan pendekatan satu kesehatan karena kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terkait. Kabupaten Subang merupakan 1 dari 6 Kabupaten di 3 Provinsi yang menjadi prioritas karena Subang sangat strategis mengingat aktivitas perunggasan tinggi yang berkontribusi bagi ekonomi daerah dan nasional. Dengan pendekatan satu kesehatan kita memastikan hewan yang sehat mendukung masyarakat dan lingkungan yang sehat pula,” harapkan Pembentukan Tim Koordinasi Daerah ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Subang terkait kesehatan masyarakat hingga keamanan pangan yang terjaga.embentukan TIKORDA mampu memberi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, keamanan pangan, dan penguatan ekonomi di Kabupaten Subang.”mbuka sambutannya, Wakil Bupati Subang, Kang Akur, mengaku bangga dan bahagia karena Subang menjadi salah satu daerah prioritas yang menjadi bukti komitmen kolektif dalam menjaga ketahanan dan kesehatan pangan bangsa.as nama Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang serta Masyarakat, kami ucapkan selamat datang di Kabupaten Subang yang sarat akan potensi bisnis, dan ini adalah komtimen kolektif menjaga ketahanan pangan dan kesehatan pangan bangsa Indonesia,”ng Akur mengapresiasi Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan, karena program ini akan mengakselerasi kesiapsiagaan dan deteksi dini zoonosis dan penyakit infeksi baru.

“Apresiasi bagi Pemerintah Amerika melalui DoS bersama Kementan dan Kemenkes yang akan mengakselerasi kapasitas kseiapsiagaan deteksi dini, surveillance berkelanjutan, dan integrasi data penyakit untuk mewujudkan kesehatan global,”

Kang Akur menilai, dipilihnya Kabupaten Subang sebagai salah satu daerah prioritas adalah karena Kabupaten Subang merupakan salah satu lanskap strategis dalam ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Kabupaten Subang memliki lanskap strategis dalam ketahanan pangan karena merupakan salah satu sentra industri unggas di Jawa Barat,”

Kang Akur menegaskan kesehatan ternak di Kabupaten Subang sangat penting karena tidak hanya menjadi sumber pangan dan protein namun juga merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Subang.

“Ayam broiler di Kabupaten Subang pada 2025 melampaui 13 juta ekor. Dengan skala usaha masif dan perputaran yang besar tentu menopang ekonomi masyarakat dan sumber protein. Di balik itu semua ada kerentanan dan resiko biologis yang tidak boleh diabaikan,”

Pada kesempatan tersebut, Kang Akur juga mengingatkan ancaman zoonosis dan penyakit infeksi baru di tengah perkembangan daerah yang harus diantisipasi sejak awal.

“Tantangan ini makin nyata seiring pesatnya pembangunan Kabupaten Subang. Jika ancaman zoonosis dan PIB tidak dikelola dengan mitigai yang tangguh, dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat namun bisa melumpuhkan perekonomian daerah,”akhir, Kang Akur yakin Pembentukan Tim Koordinasi Daerah Kabupaten Subang akan menjadi kekuatan besar dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksi baru di Subang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *