Galagala.Id, Subang,- Staf Ahli Panglima TNI Tk. III Bidang Komunikasi Sosial, Mayjen TNI Prince Meyer Putong, SH, M.IP memberikan Materi Wawasan Kebangsaan sekaligus menghadiri penutupan Diksarmendis dan bela negara bagi Para Pamong Pemerintahan-Praja Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) asal Papua yang bertempat di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia (KPKBI) SMA Plus Astha Hannas Jl. Raya Binong No.65 Kec. Binong Kabupaten Subang pada hari ini, Rabu (10/05/2023).
Mayjen TNI Prince Meyer Putong, SH, M.IP mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dewan Pembina Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia dan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Revolusi Mental Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas yang telah mengundang dirinya sebagai narasumber kepada para Pamong Pemerintahan-Praja STIPAN asal Papua.
Pada kesempatan tersebut Mayjen TNI Prince Meyer Putong, SH, M.IP mengatakan melalui forum ini akan dapat dijadikan inspirasi dalam menambah bekal pengetahuan dan wawasan para Pamong dalam penguatan karakter, jatidiri, mental ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai nilai-nilai dasar kebangsaan dihadapkan potret fenomena global yang menghadirkan ancaman kekinian terhadap negara-negara di dunia, termasuk Indonesia khususnya Papua.
“Untuk itu, ada hal mendasar yang harus dipegang teguh oleh kita semua bahwa; keberadaan dan kebersatuan kita sebagai bangsa adalah modal sosial yang sangat kita perlukan, yang tentunya keberadaan para Pamong Pemerintahan-Praja STIPAN asal Papua saat ini dan ke depan, menjadi bagian penting dan strategis dalam mempertahankan integritas dan kedaulatan NKRI, di tengah dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat dan sulit diprediksi” terang Mayjen TNI Prince Meyer Putong.
Lebih lanjut Staf Ahli Panglima TNI memberikan gambaran tentang potret fenomena global yang tidak dapat terpisahkan dengan keberadaan Para mahasiswa Pamong Pemerintahan-Praja STIPAN asal Papua sebagai SDM Indonesia saat ini yang disebut sebagai generasi milenial yang sejatinya harus lebih cerdas, kreatif, inovatif dan kompetitif, bukan sebaliknya.
“Dinamika lingkungan strategis akibat perkembangan global yang diakibatkan oleh Revolusi Industri 4.0/ 5.0 akan mengakibatkan perubahan yang mendalam dan sistematis dan tidak bisa kita hindari dan memerlukan transformasi manusia yang akan merubah cara hidup, bekerja dan dalam hubungan sesama manusia, dengan kata lain skala kompleksitas permasalahannya akan semakin bertambah.” tuturnya.

Sebagai informasi Diksarmendis dan Kejuangan Bela Negara STIPAN ini berlangsung selama 7 hari, dimulai tanggal 4 sampai 10 Mei 2023. Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Bapak Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Revolusi Mental Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia – Astha Hannas.
Selain dihadiri Staf Kementerian juga Dandim 0605 Subang, Letkol Inf Bambang Raditya, Kapolres Subang, AKBP Sumarni, Danramil Binong, Kapten Inf. Herry Arfiantono serta undangan lainnnya




