Senam Ngabret Tandai HKN 2025. Bupati: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Subang Cerah, Pelayanan Terbuka

Sebelumnya, ribuan tenaga kesehatan dan medias memperingati HKN ke 61. Senam ngabret menandai kegiatan dan penghargaan  bagi tenaga kesehatan dan kader yang berprestasi.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Dwinan Marchiawati, MARS. menyampaikan bahwa seluruh hadiah dan doorprize merupakan kontribusi para mitra dan relawan tanpa menggunakan anggaran APBD. “Ini hadiah-hadiah ini tidak menggunakan anggaran APBD. Ini adalah sumbangan dari teman-teman semua.” Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan mengatakan, “Kolaborasi itu harus terintegrasi.” Laporan tersebut menggambarkan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung, mulai dari khitanan massal, pengobatan gratis, donor darah, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat.

Bupati Subang pun menyatakan kalau tema nasional “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” menjadi pengingat pentingnya investasi jangka panjang pada kesehatan generasi muda. Ia menyampaikan, “Kesehatan generasi muda hari ini adalah fondasi bagi kepemimpinan, kreativitas, dan produktivitas Indonesia Emas di masa mendatang, “katanya.

Sementara,Anggota DPR RI Komisi I, Hj. Elita Budiati yang hadir memberikan pesan motivatif bagi para bidan dan tenaga kesehatan. Ia membuka sambutannya dengan mengatakan, “Saya diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan junior-junior saya. Karena saya berasal dari teman-teman sekalian, “katanya.

Ia menceritakan perjalanan kariernya dari bidan desa hingga menjadi anggota DPR RI. “Saya 15 tahun jadi bidan desa di Patok Besi. Tapi hari ini saya berdiri di depan teman-teman dengan fungsi yang berbeda, yaitu saya sebagai anggota DPR RI Komisi 1.” Ia menekankan pentingnya kemauan belajar dan semangat perubahan: “Bermimpilah setinggi langit. Karena kalau pun kita jatuh, itu di atas bintang-bintang.”

Ia juga menegaskan bahwa kapasitas profesional tidak boleh dibatasi oleh stereotip profesi. “Orang bilang kok bidan jadi camat? Orang tidak lihat saya register ilmu pemerintahan.” Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas adalah kunci, “Sekolah. Sekolah. Sekolah, sekolah, dan sekolah, “harap Hj. Elita.

Dalam penutup sambutannya, Hj. Elita memberikan apresiasi khusus kepada seluruh bidan Kabupaten Subang. “Jadi 1.324 bidan, saya akan semuanya saya berikan kenang-kenangan kerudung. Semuanya bukan APBD, tapi berasal dari uang pribadi saya.” Ia berharap dukungan tersebut menjadi simbol kedekatan dan solidaritas bagi para bidan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan. (Yop/Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *