Galagala.Id.-SETIAP tanggal 1 Juni, disetiap tahunnya, diperingati sebagai hari lahir Pancasila oleh masyarakat Indonesia. Bahkan dijadikan hari libur Nasional. Tentu banyak di antara kita sudah mengetahui alasan 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila?
Namun demikian kita telusuri kembali untuk sekedar mengingat dan mengetahuinya dari berbagai sumber. Dalam buku Sejarah Hukum Indonesia (2021) karangan Prof. Dr. Sutan Remy Sjahdeini, S.H, tertulis bahwa sejarah hari lahir Pancasila dimulai saat Jepang mengalami kekalahan dalam perang.
Sementara laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP RI), menuliskan pasca kalah perang itu, Jepang berusaha mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan.
Sebagai upaya menarik simpati tadi, Jepang kemudian membentuk sebuah lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan kemerdekaan tersebut. Lembaga ini dikenal dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
BPUPKI LAKUKAN PENYELIDIKAN
BPUPKI ini tugasnya melakukan penyelidikan semua hal penting termasuk politik, ekonomi, dan lain-lain sebagai persiapan pembentukan negara Indonesia.
BPUPKI yang diketuai oleh KRT Dr Radjiman Wedyodiningrat ini beranggotakan 67 orang dengan disertai perwakilan dari Jepang bernama Ichi Bangase.
Para anggota BPUPKI ini menggelar sidang tanggal 29 Mei 1945 di Gedung Chuo Sangi In yang kini dikenal dengan nama Gedung Pancasila.
Dalam sidang BPUPKI ini, sejumlah tokoh menyampaikan pidatonya terkait perumusan asas dasar negara. Para tokoh itu di antaranya Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
Dalam sidang tersebut, Moh. Yamin berpidato pada 29 Mei 1945 merumuskan 5 asas dasar negara, yaitu Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.
Giliran Soepomo yang mengusulkan “Dasar Negara Indonesia Merdeka”, yaitu Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, serta Keadilan Sosial.
Kemudian pada 1 Juni 1945, Soekarno (Bung Karno) mengutarakan gagasan dasar negara yang disebut dengan Pancasila.
Ada lima dasar yakni sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan Sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”

PANITIA KECIL BERANGGOTAKAN 9 ORANG
Dalam perkembangannya, para anggota BPUPKI ini kemudian membentuk panitia kecil beranggotakan sembilan orang yakni Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Soebardjo Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, K.H Abdul Wahid Hasyim, Mr. A. A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad .
Setelah melalui beberapa proses persidangan, rumusan Pancasila tersebut akhirnya berhasil dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan disahkan sebagai dasar negara pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
Sementara penetapan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan dinyatakan sebagai hari libur nasional ditetapkan Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.
ARTI, FUNGSI DAN MAKNA SETIAP SILA
Pancasila berasal dari kata panca dan sila. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.
Lambang Pancasila menggambarkan nilai dan makna dari lima sila dalam dasar negara Indonesia.
Burung Garuda melambangkan kekuatan dengan warna emas sebagai simbol kemuliaan. Adapun perisai di tengah melambangkan pertahanan Indonesia dengan setiap simbol melambangkan setiap ajaran Pancasila, yaitu:
1. Bintang melambangkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Rantai melambangkan prinsip Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Pohon Beringin melambangkan prinsip Persatuan Indonesia
4. Kepala Banteng melambangkan prinsip Demokrasi yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial bagi Rakyat Seluruh dari Indonesia
Ada warna merah putih yang melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Warna merah berarti berani sedangkan putih berarti suci. Jika disimpulkan maka berani karena benar.
Selain lambang Pancasila, jumlah bulu pada Burung Garuda juga memiliki arti dan makna bagi bangsa Indonesia. Jumlah bulu melambangkan hari kemerdekaan Indonesia.

Berikut arti dari jumlah bulu pada Burung Garuda
1. Jumlah bulu pada setiap sayap berjumlah 17
2. Jumlah bulu pada ekor ada 8
3. Jumlah bulu di bawah perisai ada pangkal ekor ada 19
4. Jumlah bulu pada leher ada 45.
Burung garuda mencengkram sebuah gulungan dengan tulisan Bhinneka Tunggal Ika. Kalimat tersebut artinya kesatuan dalam keberagaman meski pun berbeda namun tetap satu.




