Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Subang hadiri Pertemuan dan Konsolidasi UMKM CLN

Ia melanjutkan bahwa kerjasama dan sinergitas juha telah dijalin oleh CLN dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Desa, dan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dalam rangka memfasilitasi dan mendorong UMKM mampu bersaing.

“Saya berharap akan terwujud ‘one village, one product’ sehingga desa menjadi destinasi yang diminati baik oleh turis lokal maupun mancanegara”, harapnya.

CLN sendiri, lanjut Nanny bisa mengembangkan potensi UMKM khususnya wastra atau kain khas Indonesia yang begitu kaya. Nanny juga ingin generasi muda Indonesia mengetahui kekayaan tersebut dan terlindungi dari derasnya arus produk impor dari luar negeri.

“Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan daerah lain di Indonesia itu memiliki keunikan masing-masing. Anak muda kita harus tau itu agar tidak bergantung pada produk impor”, pungkasnya.

Selanjutnya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Ir. H. Afriansyah Noor, ST., M.Si., IPU., mengungkapkan bahwa salah satu kelemahan UMKM pada umumnya adalah pemasaran.

“Produk dibuat kalau tidak terjual, tidak laku, akhirnya modal numpuk, UMKM mati karena dia tidak bisa menggerakan roda dari usahanya itu sendiri”, jelasnya.

Ia menyatakan Kementerian Ketenagakerjaan siap bekerja sama dengan CLN dalam menyediakan pelatihan bagi pelaku UMKM yang terdaftar.

“Total ada 14 jurusan pelatihan keterampilan yang bisa kita kolaborasi,” jelasnya

Acara dilanjutkan dengan Talk Show yang diisi oleh Dewi Motik selaku pembina CLN dan Popy Rufaidah selaku Guru Besar pemasaran dan strategi pemasaran Universitas Padjadjaran. Rangkaian acara ditutup dengan Fashion Show karya busana dari desainer kondang Ivan Gunawan.(Yop/Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *