23.4 C
Indonesia
More

    PHE ONWJ Berhasil Cegah Abrasi di Pesisir Pulau Burung Pondok Bali,Subang

    Legon Kulon,Galagala.Id,-Dengan material yang mudah diperoleh, berupa ban bekas dan bambu serta material lainnnya yang dijadikan sebagai alat pemecah ombak (APO). Ternyata cukup efektif dalam menahan abrasi.

    Sebagaimana yang dibuat kelompok kerja pemberdayaan masyarakat pesisir(KKMP)  di Pulau Burung, Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Subang dengan difasilitasi Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

    “Coba saja lihat hasilnya sudah berhasil menahan ombak dan menambah sedimentasi jadi daratan, termasuk yang sudah ditanami manggrove, ” kata Ketua KKMP, Agus Supriatna didampingi  Sekretarisnya Alfian, Selasa(27/2/2024) di P Burung.

    Rombongan media Subang  yang sengaja dibawa meninjau langsung oleh Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ, R. Ery Ridwan pun tampak terpukau melihat kondisi alam hutan bakau atau manggrove dan keberhasilan APO yang dibiayai program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) PHE ONWJ.

    Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ, R. Ery Ridwan saat sedang memberikan penjelasan kepada awak media

    Dalam setahun kebelakang, APO mampu menahan abrasi di wilayah tersebut akibat ombak. APO yang dibangun terbuat dari kurang lebih 12.000 ban motor bekas yang dirangkai sedemikian rupa menjadi alat pemecah ombak yang sangat efektif.

    Hal itu lantaran APO yang dibuat dapat mengendapkan pasir yang terbawa ombak sehingga dapat memperluas daratan di Pulau Burung. “Tidak hanya di sini kami juga membangun yang sama di Indramayu dan Karawang.  Malahan yang di Karawang cukup berhasil dan obyek wisata hutan bakauannya banyak dikunjungi, ” ungkap Erry Ridwan

    Dijelaskan,  program TJSL yang berkolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar {MUJ) ONWJ yang telah dilaksanakan di Desa Mayangan. Selain pembangunan APO juga dilaksanakan program TJSL berupa kelompok binaan dengan membina serta pendampingan pengembangan usaha produksi abon ikan dan kerupuk ikan dari ibu-ibu nelayan. Selain itu ada juga program lingkungan berupa penanaman pohon mangrove.

    Pantauan galagala.id pun tampak terlihat walaupun air laut sedang pasang. Bahkan yang berada di dalam kawasan P Burung sudah menjadi daratan beberapa puluh meter dalam kurun waktu setahun.

    APO memanjang di pesisir Pulau Burung

    Menurut Ketua KKPMP Desa Mayangan, Agus pihaknya  mengapresiasi pembangunan APO di Pulau Burung sebagai bagian wilayah dari Desa Mayangan. Ia pun menyampaikan bahwa Pulau Burung adalah salah satu destinasi wisata yang sedang dikembangkan di Desa Mayangan.

    Pulau Burung saat ini sudah mulai dikenal sebagai destinasi wisata. Sehingga mulai banyak dikunjungi wisatawan terutama pada libur akhir pekan. “Kita juga bersama anggota tetap merawat APO yang telah dibangun  dan berharap pembangunan APO dapat berlanjut. Ia pun meminta agar kegiatan TJSL bisa diperbanyak di desanya. Hal itu agar kehidupan masyarakat serta kondisi lingkungan Desa Mayangan menjadi berkembang lebih baik,”harapnya.(Redal)***

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Related articles

    Recent articles