GALAGALA.ID, Subang,-
Ketua PMI Kabupaten Subang, H. Tatang Komara, S.Pd.,M.Si menyampaikan rasa syukur karena pada periode 2026 kegiatan orientasi pembina PMR bagi guru dapat kembali diselenggarakan dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Hal ini diungkapkan saat memberikan arahan kepada 77 pembina PMR sekaligus membuka kegiatan Orientasi Pembina yang berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026, di Hotel Nalendra Plaza Subang. Para peserta merupakan para pembina PMR dari kalangan guru tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Subang.
H. Tatang mengungkapkan, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para pengurus dan Forum Pembina PMR PMI Kabupaten Subang untuk terus bergerak dan memberikan edukasi kepalangmerahan di tengah berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Ini sebuah kehormatan dan jiwa besar bagi para pengurus Forum Pembina PMI yang ada di Kabupaten Subang untuk memulai dengan keadaan apa pun saat ini,” kata Tatang.
Ia menegaskan, pengetahuan yang diperoleh para pembina selama orientasi harus dapat diteruskan dan diimplementasikan kepada peserta didik di sekolah masing-masing.
Pasalnya, anak-anak dan remaja perlu memiliki pengetahuan mengenai berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di lingkungan mereka, termasuk pengetahuan kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Tatang menyebut terdapat dua hal besar yang menjadi perhatian dalam pembinaan PMR, yakni edukasi kesehatan remaja dan mitigasi bencana.
“Karena sasaran kita adalah remaja dan anak sekolah, tentunya pengetahuan tentang kesehatan remaja harus dikuasai oleh para pembina PMR, kemudian disebarluaskan dan diimplementasikan di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Selain kesehatan remaja, pemahaman mengenai mitigasi bencana juga dinilai sangat penting. Terlebih, Kabupaten Subang memiliki sejumlah wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana, seperti banjir, longsor, dan potensi bencana lainnya.
“Ketika mitigasi bencana belum diketahui masyarakat pada umumnya, ini salah satu momentum yang harus disampaikan. Apalagi Subang merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, mulai dari longsor, banjir, dan lainnya,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Subang berharap para pembina PMR tidak hanya memahami teori kepalangmerahan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pembinaan peserta didik.
Tatang menambahkan, PMI Kabupaten Subang akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas kegiatan tersebut sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya.
“Kita juga akan mengevaluasi efektivitas dari kegiatan ini karena akan dijadikan agenda tahunan. Saya berharap animonya akan lebih besar,” katanya.
Ia berharap kegiatan orientasi pembina PMR ke depan semakin berkembang dan mampu melibatkan lebih banyak tenaga pendidik.
“Pada akhirnya kita punya tanggung jawab untuk mengedukasi para peserta didik tentang ilmu kepalangmerahan, yang di dalamnya ada ilmu kesehatan bagi remaja, mitigasi bencana, dan persoalan sosial,” pungkasnya.
Ketua Panitia, Dody Sutardi, S.Pd., menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan utama. Selain menjadi ajang silaturahmi antarpembina PMR tingkat Mula, Madya, dan Wira, orientasi juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta wawasan para pembina.

“Yang pertama untuk silaturahmi antar pembina PMR, baik tingkat Mula, Madya, maupun Wira. Kedua, menambah ilmu dan wawasan bagi pembina PMR. Ketiga, sebagai evaluasi sampai sejauh mana pengetahuan kita tentang kepalangmerahan,” ujar Dody.
Ia berharap kegiatan orientasi tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dengan dukungan PMI Kabupaten Subang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang.(redal)***




