Hal ini pun sudah terlihat dengan berbagai proyek infrastruktur yang sedang dikembangkan di Subang. Termasuk pembangunan jalur Tol Patimban dan jalur kereta api yang akan menghubungkan langsung kawasan industri ke Pelabuhan Patimban. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Subang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

“Ini adalah tantangan masa depan, terutama bagi anak-anak kita di universitas. Tenaga kerja yang akan terserap di kawasan ini sangat besar, mencapai sekitar 200.000 orang,”ungkap Dr. Imran.
Sebagai penutup, Dr. Imran berharap bahwa dengan perkembangan kawasan-kawasan ekonomi dan infrastruktur ini, masalah-masalah kesejahteraan sosial di Subang akan dapat diatasi, dan kualitas hidup masyarakat Subang akan meningkat dari waktu ke waktu. Demikian pula masalah-masalah kesejahteraan sosial di Subang akan terselesaikan secara bertahap
Simposium ini dihadiri oleh 58 partisipan dengan 26 presenter, serta melibatkan diskusi dalam 4 cluster utama yang mencakup berbagai topik kesejahteraan sosial.
Para peserta juga secara aktif memberikan pertanyaan terkait kesejahteran sosial di Kabupaten Subang dalam sesi diskusi. Sebab diharapkan
menghasilkan ide-ide dan inovasi yang dapat dijadikan landasan bagi kebijakan kesejahteraan sosial di masa depan.(Yop/Redal)***




