Warkop Meranti Dahana Bakal Jadi Pilihan Penikmat Kopi

Subang, Galagala.Id,- Di wilayah Kabupaten Subang tidak akan sulit mencari Warung Kopi (Warkop) sekaligus jadi tempat tongkrongan. Bahkan perusahaan plat merah penghasil bahan peledak pun sudah menyiapkannya.

Suatu hal yang wajar, apabila Dahana memiliki Warkop yang lebih representatif dan adem. Sebab, di areal hijau dan masih luas itu masih terdapat pohon pohon besar termasuk poho. kopi dan juga mulai ditanam ribuan pohon berbagai jenis kopi.

Apalagi Senior Manajer Legal & Komunikasi Perusahaan Dahana,Juli Jajuli, salah satu penikmat kopi. Sekaligus CEO Seruput Kopi Panas Institute, www.seruputkopipanas.com. Setiap pagi membuat konten menarik dan penyemangat kerja, hidup dan kehidupan.

“Tadinya kita ingin diskusinya di Warkop Meranti hanya kebetulan sedang tutup,” kata Jazuli ketika bersilaturahmi dengan galagala.id, RRI Bandung dan kotasubang.con di Kampus Dahana, Senin(7/8/2023).

Warung kopi dimaksud berada di pinggir jalan menuju bendungan Sadawarna atau tidak jauh dari Balai Desa Sadawarna Kecamatan Cibogo ke arah selatan. ” Warkop itu masih belum dibuka untuk umum secara komersial tetapi bagi kalangan internal dan tamu kita,” jelas Jajuli dan kemungkinan beberapa bulan ke depan atau diharapkan bersamaan dengan Hari Jadi Dahana dibuka resmi.

Menurutnya, keberadaan warung di kawasan pepohonan Meranti tersebut, dibuat oleh mitra binaan Dahana, Kelompok Tani Hutan (KTH) Tangkalna Lestari Abadi. Diantara produk hasil hutan berupa kopi. Tidak hanya menjual hasil produksi, tetapi mulai dari tanam, panen dan pengolahannya.

Bagi yang pernah merasakan kopi di Warkop Meranti tak akan kalah dengan racikan di tempat yang ada di pusat kota. Sebab baristanya cukup mumpuni dalam meraciknya sehingga rasa dan aroma tersendiri, khas Warkop Meranti.

Ketua Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Dahana, Eman Suherman melalui Stafnya, Janitra Yoga didampingi staf Legal & Komunikasi Perusahaan Dahana, Rahmat Nugraha membawa ke lokasi dan ternyata cukup adeum dan tertata. Malahan ada beberapa banner yang menjelaskan sejarah dan jenis jenis kopi serta lainnnya.

“Beberapa waktu lalu kita, Dahana berkolaborasi bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Subang-Purwakarta membentuk program klaster budidaya sereh wangi dan hortikultura, termasuk kopi bagi petani Subang di sekitar perusahaan,” jelas Yoga.

Semua ini dilakukan sebagai langkah pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan penghasilan tambahan. Selain itu, program ini merupakan komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Dahana memiliki komitmen tinggi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), salah satu bentuknya adalah keterlibatan perusahaan dalam program Agroforestry yang diselenggarakan secara kolaboratif dengan PNM Subang-Purwakarta untuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Tangkalna Lestari Abadi,” ungkapnya dan dilingkungan inipun telah ditanam sekitar 2000 pohon kopi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *