GALAGALA.ID Subang,-
Ketua Bunda Paud Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.IP., memimpin rapat bersama Tim Pokja Paud dan Bimba se-Kabupaten Subang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah), pada Rabu (16/09/2026)
Sosialisasi Gerakan Wajar 1 Tahun Pra Sekolah bersama Lembaga Penyelenggara Bimba dan Kursus Kabupaten Subang 2026, digelar oleh Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang.
Nunik Handayani, S.STP., selaku Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat, sekaligus Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Subang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kunci keberhasilan SDM sepanjang hayat, juga investasi murah yang berdampak besar bagi lingkungan dan pendidikan untuk pembentukan karakter.
“Paud merupakan integral dari pendidikan nasional sejalan dengan peta pendidikan nasional, ini merupakan kewajiban kami bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus didapatkan warga negara 0-18 tahun,”

Ketua Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, terutama kepada seluruh pengelola dan pendidik Bimba yang telah memberikan perhatian dan kontribusi dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak usia dini di kabupaten Subang.
Selain itu, Ega Anjani Reynaldy menyampaikan juga bahwa masa usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Pendidikan prasekolah bukan sekadar mempersiapkan anak untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung.
“Pada masa inilah berbagai aspek perkembangan anak, baik kemampuan kognitif, bahasa, sosial emosional, motorik, maupun nilai-nilai karakter mulai berkembang dengan sangat pesat,”
Menurutnya, Pendidikan prasekolah harus menjadi fondasi bagi tumbuhnya anak yang sehat, percaya diri, mandiri, mampu bersosialisasi, memiliki karakter yang baik, serta memiliki rasa ingin tahu dan kegemaran belajar.
“Melalui program wajib belajar 1 tahun prasekolah, kita ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar,”
Ia berharap ke depannya seluruh Bimba se-Kabupaten Subang dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan program ini.

“Pemerintah, satuan pendidikan, para pendidik, orang tua, organisasi mitra, serta masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan prasekolah,”
Oleh karena itu, Ia pun berharap sosialisasi hari ini tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian informasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat komitmen kita dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Kabupaten Subang.
“Mari kita bersama-sama memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa pendidikan prasekolah bukanlah pilihan yang boleh diabaikan, melainkan merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan anak,”
Keberhasilan program wajib belajar satu tahun prasekolah tidak hanya diukur dari semakin banyaknya anak yang mengikuti pendidikan prasekolah, tetapi juga dari kualitas pengalaman belajar yang mereka dapatkan.
Dirinya memastikan setiap anak yang mengikuti pendidikan prasekolah mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, penuh kasih sayang, serta mampu menumbuhkan potensi dan karakter positif mereka.

“Saya percaya, dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Subang, Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, satuan pendidikan, Bimba, para pendidik, dan tentunya para orang tua, kita dapat mewujudkan pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas.” _(yop/redal)_




