29.4 C
Indonesia
More

    TNI AU Bakal Kerjasama Alpalhankam dengan Dahana

    KEBUTUHAN alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) khususnya untuk kebutuhan matra udara, dan tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan PT Dahana dalam pengadaannya. Hal ini dimulai dengan kunjungan dari Dislitbanb Angkatan Udara ke PT Dahana, Selasa(27/12/2022).

    Kedatangan Kepala Dislitbang AU Marsekal Pertama, Iwan Agung Djumaeri beserta rombongan tentu saja disambut baik oleh Vice President Energetic Material Center (EMC), Benny Gunawan di Kampus Dahana, Cibogo, Subang dan diperlihatkan berbagai hasil produksi Dahana termasuk yang sedang dikembangkan.

    Kepada rombongan Benny menjelaskan, kalau Dahana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan berenergi tinggi, beberapa produk Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan juga telah berhasil diproduksi seperti Bomb P Series yang terdiri dari Bomb P-100 L, Bomb P-250 L, dan Bomb P-500 L yang tidak lain adalah produk hasil litbang yang dilakukan dengan Dislitbangau. Harapannya, ke depan program litbang tahun depan dengan Dislitbangau yaitu Litbang Bom NATO 250 dapat mengikuti Program Bom P-Series yang berhasil dan siap untuk diproduksi massal kedepannya.

    “Banyak hal yang kami harapkan dari kunjungan Dislitbang AU, dalam industri pertahanan, kami merupakan supporting dengan core bisnis energetic material, seperti propelan komposit dan lain-lain, sehingga banyak hal yang bisa kami lakukan dengan tiga matra, terlebih khusus kepada AU, semoga kerjasama Dahana dengan Dislitbang AU semakin hari semakin meningkat,” ungkap Benny.

    Hal ini turut disambut baik oleh Kadislitbang AU, Marsekal Pertama, Iwan Agung Djumaeri, menurutnya jika berbicara militer maka otomatis akan berbicara tentang senjata, dan setiap senjata tidak terlepas dari bahan peledak, sehingga pihaknya menganggap Dahana sebagai objek vital yang memiliki prioritas tinggi dalam kebutuhan militer.

    “Kami ingin meningkatkan kerjasama untuk membangun kemandirian dalam memenuhi kebutuhan Alpalhankam khususnya Alutsista udara. Mudah-mudahan dengan mengetahui lebih dalam apa kemampuan dari Dahana kita dapat meningkatkan kerjasama,” ujar Iwan Agung.

    Iwan juga menambahkan, saat ini pemerintah telah menetapkan 7 prioritas pengembangan alutsista, salah satunya adalah pembuatan Roket dan Rudal. Selain itu, pemerintah juga telah membuat holding DEFEND ID untuk mengatur semua industri pertahanan yang diharapkan dapat memajukan industri pertahanan nasional.

    Sebagaimana diketahui, pada April 2022 lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan holding BUMN DEFEND ID yang diinduki oleh PT Len Industri (Persero) dengan beranggotakan PT Dahana, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad. Dalam holding DEFEND ID, Dahana memiliki tugas untuk memenuhi kebutuhan bahan peledak pada tiga matra Tentara Nasional Indonesia.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Related articles

    Recent articles