Takbir Sambut Idul Adha 1444 H Menggema di Wilayah Subang

Subang, galagala.id,- Gema takbir saling sahut menyahut terdengar di setiap masjid yang ada di wilayah Subang menyambut Idul Adha 1444 H /2023 malam ini, Rabu (28/6/2023). Bahkan di beberapa tempat ada juga diiringi dengan tabuhan bedug serta pawai obor

Umat muslim di Kabupaten Subang begitu semangat mengumandangkan takbir di masjid-masjid, mushola, dan jalanan melalui acara pawai obor dan bedug sambil mengucapkan lantang takbir .

Sebagaimana pantauan Lampusatu.com, di Kelurahan Soklat, Kecamatan Subang, Subang, sejak adzan magrib hingga larut malam anak-anak kecil hingga Milenial memenuhi mushola-mushola untuk mengumandangkan takbir secara bergantian. Begitu pun ada yang memukul bedug dengan irama berbeda-beda.

Sedangkan untumdsri organisasi Muhammadiyah sudah melakukan sholat Idul Adha pada hari ini Rabu (28/6/2023) pagi. Sementara untuk yang lainnya berdasarkan sidang Isbat Kementerian Agama itu dilakukan besok Kamis (29/6/2023) pagi.

Hari Raya Idul Adha adalah momen yang penuh keberkahan dan kegembiraan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Malam sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha, biasanya disambut dengan tradisi takbiran.

Mengutip NU Online, takbiran adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan menjelang perayaan Idul Adha. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 185.

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi’I dalam Fathul Qarib al-Mujib menjelaskan bahwa ada dua macam takbir dalam hari raya. Yakni takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir mursal adalah takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu shalat. Artinya takbir ini dapat dibaca setiap waktu, di mana pun dan dalam kondisi apa pun.

Waktu melaksanakan takbir mursal ini dimulai sejak terbenamnya matahari malam Idul Adha hingga pelaksanaan shalat Id.

Sementara itu takbir muqayyad merupakan takbir yang dikerjakan pada waktu khusus untuk mengiringi shalat. Yakni dibaca setelah melaksanakan shalat, baik fardhu maupun sunnah.

Waktu membaca takbir ini adalah sejak selesai shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah hingga ashar di akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah).

Bacaan Takbiran Pada Malam dan Hari Raya Idul Adha

Sebagaimana dijelaskan Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasin as-Syafi’, Fathul Qarib al-Mujib dalam kitab Hasyiyah Al Bajuri, berikut bacaan takbiran Idul Adha lengkap yang dianjurkan untuk dibaca.

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa. Laailaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun.

Laailaahaillallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah.

Laailaahaillallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahilhamd.

Artinya: “Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-anNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *