25.4 C
Indonesia
More

    Rakerprov Bahas Selektif Persyaratan Balon Ketum KONI Jabar

    PERSYARATAN pencalonan Ketua Umum KONI Jabar masa bakti 2022-2026 menjadi bahasan utama pada gelaran Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jabar 2022. Sebanyak 100 anggota KONI Jabar yang menjadi voters hadir pada acara yang digelar di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (5/12/2022).

    Proses pembahasan persyaratan pencalonan sendiri dipimpin langsung oleh tim penjaringan dan penyaringan atau yang disebut Tim 7. Tim penjaringan dan penyaringan sendiri terbentuk berdasarkan hasil Rapat Koordinasi pada 29 November lalu yang diikuti hampir 90 persen anggota KONI Jabar.

    Mereka terdiri dari Ketua, Aan Johana ( Sekretaris I KONI Jabar) dengan Sekretaris Dr. Nuryadi( Ketua KONI Kota Bandung ),Anggota lainnya M. Ali Akbar, SH – (KONI Kota Bekasi), Herman, S.Pd., AIFO – (PSSI), Eko Puji Rahardjo, ST  (PBJI), I Ketut Wahyu Adhidarma (Perbakin) dan Brigjen TNI (Purn) Yudi Zanibar ( Kabid Organisasi Koni Jabar).

    Beberapa poin terkait persayaratan pencalonan Ketua Umum KONI Jabar masa bakti 2022-2026 pun dibahas satu persatu. Mulai dari persyaratan umum hingga persyaratan khusus terkait jumlah dukungan bagi bakal calon Ketua Umum KONI Jabar 2022

    Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin mengatakan, rakerprov kali ini diharapkan bisa menghasilkan ketentuan-ketentuan bagi persyaratan pencalonan Ketua Umum KONI Jabar masa bakti 2022-2026. Bagaimana persyaratan yang ditetapkan bisa mempelajari tantangan kedepan, kekuatan dan kekurangan, hingga peluang kedepan.

    “Kita lihat dari sisi aspek waktu yang sudah mendesak karena di tahun 2023 sudah mulai babak kualifikasi PON XX yang rencananya dimulai bulan Mei. Sehingga jika 23 Desember sudah terpilih, maka Ketua Umum terpilih dan jajaran kepengurusannya harua langsung bergerak karena hanya tersisa 5 bulan menuju babak kualifikasi. Hasil Porprov XIV Jabar yang sukses digelar kemarin akan menjadi bekal awal bagi kepengurusan mendatang,” kata Ahmad yang dilansir fokusjabar.


    Kemampuan yang dimiliki Ketua Umum KONI Jabar terpilih bersama jajaran pengurusnya, lanjut Ahmad, harus bisa menghadirkan profesionalisme dan kapabilitas dalam proses pembinaan olahraga prestasi di Jabar. Proses pemilihan pun harus demokrasi dan berbobot serta demokrasi yang berkeadilan melalui keputusan bermufakat sehingga melahirkan hasilnya yang terbaik.

    “Yang utama, tetap harus merujuk pada aturan. Maka melalui rakerprov ini, bahas persyaratan yang bisa melahirkan Ketua Umum terbaik dari yang paling baik sehingga bisa mencapai target hattrick juara umum PON,” katanya.





    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Related articles

    Recent articles