Produsen Benih Padi Terbesar Jawa Barat Ungkap Proses Bisnis Benih Hingga jadi Petani Sultan

Subang,Galagala.Id,- Bertepatan dengan Hari Jadi ke 16, pendiri CV Fiona Benih Mandiri (CV Fiona), Ir H.Khaerul Anam Syah meluncuran buku semi-biografi yang berjudul “Petani Sultan Bukan Cuma Impian” pada Selasa (22/8/2023).

Buku setebal 202 halaman dengan kata sambutan dari Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. H Rachmat Pambudi,MS ini cukup lengkap mulai petani dalam pusaran arus zaman, mimpi tahi bocah cilik, hikmah dunia kerja yang tak ramah serta pelajaran bisnis yang menyakitkan, merupakan pengalaman Haji Anam.

Termasuk bagaimana dirinya memulai mengubah jalan hidup dengan varietas baru dan mendirikan CV Fiona Benih Mandiri, Koperasi Tabur Benih Melati hingga menjadi milyader. Padahal sebelumnya sempat diblacklist bank dan akhirnya dicari-cari. Yang buku tersebut dapat memberikan inspirasi terlebih ada filosopi hidupnya yang tak pernah menyerah untuk kebaikan.

Guru Besar IPB, Prof Rachmat sendiri menyatakan, kalau Haji Anam adalah profil petani masa depan, petani generasi baru yang selalu haus untuk belajar dan berinovasi. “Kami
mendorong petani untuk menanam varietas unggul, salah satunya yang ditangkar oleh Pak Haji Anam,” ungkap H.Rachnat.

Acara yang diadakan di Aula CV Fiona, Pusakajaya, Subang, Jawa Barat, dihadiri oleh lebih
dari 40 undangan, termasuk Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. H Rachmat Pambudi, Kepala Dinas Pertanian BPSBTPH Provinsi Jawa Barat, Kepala Cabang BJB, dan penangkar muda dari Jawa Barat.

CV Fiona telah menjalin kerjasama dengan PRISMA, kemitraan antara Pemerintah Indonesia (Bappenas) dan Pemerintah Australia (Departemen Luar Negeri dan Perdagangan), untuk
meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kecil.
Buku yang berisi tentang proses dan tantangan mendirikan usaha benih ini diharapkan dapat
membangun jiwa wirausaha dan menginspirasi para produsen, penangkar, petani modern, serta masyarakat umum akan peluang inovasi benih padi unggul baru berkualitas.

Pemotongan tumpeng oleh Ir. H. Khaerul Anam dan memberikan kepada isteri tercintanya menandai Ulang Tahun ke 16 CV Fiona, Selasa(22/8/2023).

Benih padi berkualitas tinggi terbukti meningkatkan pendapatan petani kecil. Bagi mereka yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam dan membacanya, dapat menghubungi Bapak Haji Anam langsung untuk mendapatkan salinan buku tersebut.

“Saya sangat bangga telah meluncurkan buku ini pada acara yang begitu istimewa,
mengumpulkan petani, bisnis, dan pemerintah untuk berbagi ide dalam upaya meningkatkan
pertanian Indonesia. CV Fiona adalah padepokan pembelajaran di mana kesuksesan dipupuk
bersama. Melalui program mentoring kami, kesempatan generasi muda agropreuner untuk mendapat pendampingan dan bermitra dengan CV Fiona terbuka lebar,” ujar Haji Anam,
pemilik CV Fiona.

CV Fiona telah bekerjasama dengan penangkar, distributor, Balai Besar Pengembangan
Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH), dan Balai Pengawas dan Sertifikasi Benih (BPSBTPH) Provinsi Jawa Barat guna mendorong adopsi benih unggul baru berkualitas dan meningkatkan kapasitas agropreuner muda di provinsi
setempat hingga Jawa Tengah.

Sebanyak 500 buku siap disebarluaskan sebagai media
transfer pengetahuan Haji Anam untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kolaboratif dalam
meraih kesuksesan bersama sekaligus meningkatkan akses dan pendapatan petani kecil
dengan benih padi varietas unggul baru berkualitas secara berkelanjutan.

Sejak tahun lalu, PRISMA bekerjasama dengan CV Fiona untuk mempromosikan dan
membangun komunitas produsen dan penangkar agar dapat meningkatkan keseluruhan pasokan benih padi varietas unggul baru. Kerjasama dengan PRISMA, telah berdampak pada
lebih dari 26,000 petani yang menggunakan benih ungggul baru dengan kenaikan pendapatan rata-rata sebesar 31%.

Pendiri CV Fiona Benih Mandiri, Ir H.Khaerul Anam Syah saat memberikan penjelasan terkait dunia pertanian.

Haji Anam sendiri mengungkapkan, kalau jalinan ikatan dan kolaborasi antar pengusaha telah berhasil
mengangkat industri perbenihan di kawasan Pamanukan-Subang. Saya berharap hal ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di daerah lain agar tercipta iklim bisnis perbenihan yang tangguh dan berkembang.(Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *