27.4 C
Indonesia
More

    Prediksi BRIN sama.                Persis Tetapkan Awal Ramadhan 12 Maret

    Bandung,Galagala.Id,- Awal bulan Ramadhan yang merupakan kewajiban bagi ummat Islam untuk shaum atau puasa sebulan penuh. Ternyata berbeda awal bulannya yang dikeluarkan Persis dengan Muhammadiyah.

    Persis adalah singkatan dari Persatuan Islam.  Sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis Didirikan pada 12 September 1923 di Bandung.

    Persis didirikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah SAW, dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, sikap tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka kitab-kitab hadits yang shahih.

    Persis mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 0933/JJ-C.3/PP/2024Tentang Awal Ramadhan, Awal Syawal atau Idul Fitri dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H/2024 M.

    Berdasarkan Almanak Persatuan Islam 1445 H hasil perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat PP PERSIS yang merujuk kepada metodologi hisab imkan ruyah kriteria astronomi, maka untuk awal bulan Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah 1445 H ditetapkan sebagai berikut:

    1. Awal Ramadhan 1445 H.null

    – Ijtima akhir Sya’ban 1445 H terjadi pada hari Ahad, 10 Maret 2024 M, pukul 16:00:22 WIB. Di wilayah Indonesia saat Maghrib tinggi Bulan antara -0° 18′ 57″ s/d 0° 51′ 38″, dan jarak elongasi Bulan-Matahari antara 2° 14′ 49″ s/d 2° 41′ 57″.
    – Khusus di Pelabuhan Ratu tinggi Bulan 0° 45′ 49″ dan jarak elongasi Bulan-Matahari 2° 30′ 03″.
    – Ahad, 10 Maret 2024 M, saat Maghrib (Malam Senin) di wilayah Indonesia secara hisab hilal belum bisa terlihat. Maka tanggal 1 Ramadhan 1445 H ditetapkan Selasa, 12 Maret 2024 M.

    2. Awal Syawwal atau ‘Idul Fitri 1445 H.

    – Ijtima akhir Ramadhan 1445 H terjadi hari Selasa, 9 April 2024 M, pukul 01:20:47 WIB. Di wilayah Indonesia saat Maghrib tinggi Bulan antara 4° 52′ 57″ s/d 7° 38′ 11″, dan jarak elongasi Bulan-Matahari antara 8° 23′ 42″ s/d 10° 13’01”.
    – Khusus di Pelabuhan Ratu tinggi Bulan 6° 01′ 36″ dan jarak elongasi Bulan-Matahari 9° 43′ 49″.
    – Selasa, 9 April 2024 M, saat Maghrib (malam Rabu) di wilayah Indonesia secara hisab hilal sudah bisaterlihat, maka tanggal 1 Syawwal 1445 H ditetapkan Rabu, 10 April 2024 M.

    3. Awal Dzulhijjah dan ‘Idul Adha 1445 H.

    – Ijtima akhir Dzulqa’dah 1445 H pada hari Kamis, 6 Juni 2024 M, pukul 19:37:39 WIB. Di wilayah Indonesia saat Maghrib 7 Juni 2024, tinggi Bulan antara 7° 16′ 18″ s/d 10° 41′ 35″, dan jarak elongasi Bulan-Matahari antara 11° 34′ 48″ s/d 13° 14′ 26″.
    – Khusus di Pelabuhan Ratu tinggi Bulan 8° 35′ 41″ dan jarak elongasi Bulan-Matahari 12° 42′ 40″. Jum’at, 7 Juni 2024 M, saat Maghrib (malam Sabtu) di wilyah Indonesia secara hisab hilal sudah bisaterlihat, Maka tanggal 1 Dzulhijjah 1445 H ditetapkan Sabtu, 8 Juni 2024 M.
    – Sehingga ‘Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H akan bertepatan dengan hari Senin, 17 Juni 2024 Μ.

    Diakhir surat edarannya  disampaikan untuk dijadikan pedoman bagi seluruh anggota dan jajaran jamiyah serta kaum Muslimin pada umumnya. Serta ditembuskan  kepada :

    – Seluruh Jajaran Jamiyah Persatuan Islam (PERSIS).
    – Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta.
    – Tim Hisab dan Rukyat Kemenag RI di Jakarta.
    – Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta.

    Jadi, berbeda dengan Muhammadiyah yang menetapkan awal ramadhan tanggal 11 Maret 2024, Persis atau Persatuan Islam menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1445 H ditetapkan Selasa, 12 Maret 2024 M.

    Prediksi BRIN

    Gedung BRIN yang di Kabupaten Subang berlokasi di Jalan KS Tubun

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kedua lembaga ini melakukan riset terkait data-data hilal untuk memprediksi awal bulan puasa 1 Ramadhan 1445 H menurut BRIN akan jatuh pada tanggal 12 Maret.

    Penentuan awal Ramadhan tersebut didasarkan pada kriteria baru hasil kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

    Hal ini dijelaskan oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Astronomi BRIN, Prof Thomas Djamaluddin. Dia menyebutkan bahwa pada akhir bulan Syaban 1445 H atau 10 Maret 2024, bulan di Indonesia kurang dari 1 derajat sehingga belum dikatakan awal Ramadhan.

    “Di Jawa seperti Jakarta hanya 0,7 derajat dengan elongasi hanya 1,7 derajat yang mana ini belum memenuhi kriteria MABIMS,” kata Thomas dalam acara diskusi Kriteria Baru MABIMS dalam Penentuan Awal Ramadhan, di kantor BRIN Jakarta, Jumat (8/3/2024).

    Berdasarkan hasil kesepakatan MABIMS, kriteria hilal berubah menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara, wilayah yang memenuhi kriteria tersebut pada tanggal 10 Maret 2024 adalah kawasan benua Amerika.

    Sementara untuk kawasan Asia Tenggara tidak memenuhi kriteria. Pada tanggal 10 Maret 2024 tersebut, hilal tampak masih rendah dan hampir bisa dipastikan tidak kelihatan.

    Dengan begitu, ditetapkan tanggal 12 Maret 2024 sebagai 1 Ramadhan. Penetapan tanggal ini kemudian akan dibuktikan dalam rukyat atau pengamatan pada saat magrib tanggal 10 Maret 2024 atau 29 Syaban 1445 H.

    Adapun organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), dan standar kalender Hijriah Indonesia menggunakan kriteria MABIMS. Sehingga mereka juga menyatakan 1 Ramadhan jatuh pada 12 Maret.

    “Beberapa ormas seperti NU, Persis dan kalender standar hijriah Indonesia menggunakan kriteria MABIMS sehingga berdasarkan hisab, 1 Ramadan baru pada tanggal 12 Maret,” ujarnya.(Redal)***

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Related articles

    Recent articles