
Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI, Guntur Subagja Mahardika yang sengaja hadir menyatakan kalau budaya leluhir tidak dilestarikan dengan mentransformasi budaya kepada generasi milenial akan punah. Bila dilestarikan akan dapat mengimbangi ancaman serbuan budaya asing yang semakin kuat.
“Salah satu adaptasi dalam transformasi budaya adalah mengemas seni budaya lokal melalui digital dan mengoptimalkan media sosial. “Seni budaya dan kearifan lokal kita lestarikan dan videokan lanjut viralkan,” jelasnya.
Asisten Staf Khusus Wapres bidang ekonomi dan keuangan ini mengingatkan bonus demografi Indonesia yang penuh tantangan. Saat ini penduduk milenial dan generasi alpha mencapai 65 persen dari 270 juta penduduk Nusantara. Sedangkan penduduk usia produktif termasuk generasi X dan Y sekitar 85 persen. “Bonus demografi ini harus diimbangi lapangan kerja, kalo tidak mencetak lapangan kerja baru akan meningkatkan pengangguran,” kata Guntur.
Pengembangan desa wisata dapat menjadi solusi untuk melahirkan lapangan kerja baru. Dari desa wisata banyak melahirkan ekonomi kreatif baru. “Pariwisata adalah gerbang ekonomi kerakyatan yang menumbuhkan UMKM dan ekonomi kreatif lainnya,” ujar Guntur yang juga menjabat ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Statejik dam Global (SKSG) Universitas Indonesia.
Kebijakan pemerintah menggelontorkan dana desa puluhan triliun rupiah, kata Guntur, harus dimanfaatkan pada sektor yang dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja lokal.
Tentu tidak cukup hanya peran pemerintah. Partisipasi masyarakat dan swasta harus didukung. “Desa wisata Bukit Dewi Manggung salah satu contoh destinasi yang dibangun swadaya komunitas yang harus didukung pemerintah daerah setempat,” papar Guntur.





