GALAGALA.ID, Subang,- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Subang tercatat meluas hingga ratusan hektare dan terjadi di berbagai kecamatan akibat cuaca panas musim kemarau. Jumlahnya tertinggi diantara 21 Kabupaten Kota di Jawa Barat hingga tanggal 22 September 2026.

Bahkan data tersebut dibenarkan oleh Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpoldam Subang, Dede Rosmayandi menjelaskan, kalau luas karhutla di Subang sempat mencapai ratusan hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. ‘Kejadian Terbaru: Kebakaran lahan kebun Kayu Putih milik Perhutani di Kampung Gadog Desa Sukahurip Cijambe pada Rabu (23/9/2026) dinihari,” ujarnya.
Dede juga mengungkapkan kalau pihaknya terus standby baik di Posko Utama Jalan KS Tubun, maupun anggotanya di Pamanukan dan Jalancagak. Nyaris setiap hari ada laporan dan kita pun respon cepat,” katanya.


Penyebab Utama: Sebagian besar kejadian dipicu oleh cuaca terik dan aktivitas pembakaran sampah yang merambat dengan cepat ke area alang-alang atau perkebunan kering.
Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto di tempat terpisah mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan demi mewaspadai potensi kebakaran laha di tengah musim kering.
Termasuk kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar dihentikan. “Seluruh jajaran kami bersama mitra terus meningkatkan kesiagaan menghadapi titik api di wilayah Kabupaten Subang,” ungkap Kapolres.
Polres Subang sendiri telah menggelar Apel Siaga Bencana pada Rabu, 9 September 2026, di Mapolres Subang untuk mengantisipasi potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta bencana alam lainnya.


Apel dipimpin langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, serta dihadiri selain Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto beserta jajarannya. Juga TNI dan unsur Forkopimda serta terkait lainnya.(redal)***




