Untuk menunjang mobilitas pengguna kendaraan listrik, ASTRA Infra telah menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang ruas tol ASTRA Infra. SPKLU tersebut antara lain terdapat di rest area KM
43 A, 45 B, 68 A, 68 B di Ruas Tol Tangerang-Merak, rest area KM 86 A, 101 B, 102 A, 130 A, 130 B, 164B, dan 166 A di Ruas Tol Cikopo-Palimanan. Selain itu, SPKLU juga tersedia di rest area KM 678 A, 678B, 695 A, dan 695 B Tol Jombang-Mojokerto, serta di Resta Pendopo KM 456 A & B Ruas Tol Semarang-Solo.
Meningkatkan kenyamanan berkendara bagi pengguna jalan menjadi salah satu fokus ASTRA Infra Toll Road Tangerang–Merak dalam mempersiapkan layanan terbaik pada momen arus mudik dan balik lebaran 2025 ini. Pada periode lebaran tahun ini, diprediksi terdapat 3,4 juta kendaraan yang akan melintasi ruas tol Tangerang-Merak. Diperkirakan puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada Kamis, 27 Maret 2025, dengan estimasi 179 ribu kendaraan melintas.
Sementara itu puncak arus balik Lebaran diprediksi pada Jumat, 11 April 2025 dengan estimasi 167 ribu kendaraan melintas. Demi menjamin kelancaran proses transaksi, dilakukan peningkatan kapasitas melalui penyediaan mobile reader dan pengoperasian penuh gardu tandem di Gerbang Tol Cikupa, Cilegon Timur dan Merak.
Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas jalan serta untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, ASTRA
Infra Toll Road Tangerang–Merak juga akan mengoperasikan secara fungsional lajur ke-3 segmen Serang Barat-Cilegon Timur yang sudah selesai proyek konstruksinya di tahun 2024. Sebagai upaya dalam
mengantisipasi antrean kendaraan di Pelabuhan Merak, ASTRA Infra Toll Road Tangerang–Merak secara
aktif melakukan koordinasi dengan kepolisian dalam penerapan delaying system pada beberapa titik seperti Gerbang Tol Cikupa, rest area KM 43 dan rest area KM 68.
Mengantisipasi potensi cuaca buruk, ASTRA Infra Toll Road Tangerang–Merak mengimbau pengendara yang hendak melakukan penyeberangan untuk dapat merencanakan perjalanan dengan baik, serta mempersiapkan tiket ferry
sebelum melakukan perjalanan, karena tiket ferry hanya bisa dibeli melalui aplikasi atau website ferizy maksimal 5 KM sebelum tiba di pelabuhan.
ASTRA Infra Toll Road Cikopo–Palimanan berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi 2,3 juta kendaraan yang diprediksi akan melintas selama periode lebaran 2025. Di ruas
tol Cipali, diperkirakan puncak arus mudik lebaran akan terjadi pada Jumat, 28 Maret 2025, dengan estimasi 119 ribu kendaraan melintas. Sementara itu, puncak arus balik lebaran akan terjadi pada Minggu,
6 April 2025, dengan estimasi 141 ribu kendaraan melintas.
ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan juga melakukan beberapa persiapan preventif dalam rangka
menjaga keselamatan dan keamanan para pengguna jalan tol di tengah kondisi cuaca ekstrem, di antaranya pembersihan drainase secara rutin, penguatan lereng sebagai pencegahan tanah longsor, dan pengujian tingkat reflektifitas rambu, marka dan reflektor
jalan tol untuk memastikan keamanan berkendara.
Sementara itu, ASTRA Infra Toll Road Jombang–Mojokerto diprediksi akan dilintasi sekitar 1,2 juta kendaraan selama periode Lebaran 2025 ini. Diperkirakan puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, dengan estimasi 55 ribu kendaraan melintas. Sedangkan puncak arus balik lebaran
diprediksi akan terjadi pada Kamis, 3 April 2025, dengan estimasi 92 ribu kendaraan melintas.

Dalam rangka mengantisipasi kepadatan di gerbang, ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto menyiagakan mobile reader untuk meningkatkan kapasitas transaksi di gerbang.
Untuk menciptakan perjalanan mudik yang lancar dan aman,
ASTRA Infra mengimbau kepada pemudik
untuk merencanakan perjalanan mudik dengan bijak, dengan menghindari periode yang diprediksi menjadi puncak arus mudik dan arus balik. Tidak hanya itu, pemudik juga dianjurkan untuk melakukan
pengecekan kendaraan dan memastikan kondisi pengendara dalam keadaan prima, membawa perbekalan serta obat-obatan secukupnya selama perjalanan. Jaga batas kecepatan, istirahat yang cukup
setiap maksimal 4 jam berkendara, dan hindari mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk. Jika
cuaca hujan, pengguna jalan diimbau untuk berkendara dengan kecepatan maks 70 km/jam.(Rls/Redal)***




