Assyifa Peduli Pastikan Daging Qurban Tersebar Secara Merata dan Tepat Sasaran
“Ketika Cinta Berqurban” kembali menjadi tema pada program qurban 1445 H yang diselenggarakan Assyifa Peduli. Proses penyembelihan telah dilaksanakan di berbagai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sejak Senin (17/06) yang masih berlanjut hingga Tasyrik hari ke-3, yaitu Kamis (20/06).
Melalui berbagai program qurban yang diusung, Assyifa Peduli berusaha memastikan pada Idul Qurban ini daging tersebar luas secara merata dan tepat sasaran sesuai target penerima manfaat yaitu masyarakat sekitar, para santri, yatim, dhuafa, da’i, dan masyarakat di pedalaman yang selama ini sangat jarang mengonsumsi protein hewani, juga masyarakat di wilayah rawan bencana termasuk saat ini di Gaza, Palestina.

“Program qurban yang telah dilaksanakan oleh Assyifa Peduli yang pertama adalah program fresh meat, kemudian ada program qurban bermakna, qurban di pedalaman, dan qurban lintas batas. Dengan program-program ini kami memastikan semua kalangan masyarakat dapat menikmati daging qurban. Insyaa Allah distribusi daging akan dilakukan sesuai dengan pos-pos programnya ya. Untuk fresh meat akan dibagikan saat itu juga setelah penyembelihan berupa daging segar kepada masyarakat. Kemudian ada juga dalam bentuk kemasan, yang ditunjukkan untuk penerima yang berada di wilayah rawan atau terkena bencana,” terang Direktur LAZ Assyifa Peduli, Ahmad Sahirul Alim, M.A.
Sebagai lembaga yang telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kabupaten Subang, Ustaz Salim –sapaan akrabnya– mengungkapkan bahwa dirinya ingin Assyifa Peduli dapat dirasakan manfaat dan kehadirannya oleh masyarakat sehingga pihaknya bekerja sama dengan instansi-instansi terkait dalam pendataan penerima manfaat qurban.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah hewan qurban amanah dari para donatur meningkat. Untuk sapi qurban lebih dari 40 ekor dan domba qurban hampir 500 ekor. Maka dengan peningkatan ini tentunya LAZ Assyifa Peduli berperan dalam pembagian daging qurban agar semakin tersebar luas secara merata bagi dhuafa khususnya di Kabupaten Subang. Sehingga kami bekerja sama dengan Humas As-Syifa yang mengetahui persis kondisi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Ustaz Salim, ada unit dakwah atau ummahat As-Syifa yang memiliki yatim dan masyarakat binaan, sehingga pendistribusiannya pun bekerja sama dengan mereka. Ada pula mitra-mitra di berbagai wilayah seperti Kecamatan Pagaden, Wanareja, Subang, dan wilayah lainnya yang telah mengantongi data penerima manfaat, dengan demikian pendistribusian ini bisa betul-betul sampai ke penerimanya. Selain wilayah di Kabupaten Subang, Assyifa Peduli juga melakukan pendistribusian ke pedalaman Indonesia hingga mancanegara.
“Di Kabupaten Subang ada satu pedalaman yang rutin kami salurkan hewan qurban karena sangat minim pequrban, yaitu Kampung Bukanagara di Kecamatan Cisalak. Kemudian pedalaman selanjutnya adalah wilayah muslim minoritas di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian melanjutkan kebaikan tahun sebelumnya, Assyifa Peduli melakukan qurban lintas batas yaitu berqurban ada 3 negara, seperti Palestina, Suriah, dan Madagaskar,” tutur Ustaz Salim.
Ustaz Salim bersyukur karena qurban tahun ini mengalami peningkatan terutama pada program qurban di Palestina. Ia berharap rangkaian qurban Assyifa Peduli berlangsung lancar dan qurban yang dihimpun juga didistribusikan kepada masyarakat memberikankebahagiaan, serta berdampak baik bagi gizi dan kesehatan masyarakat. Sehingga seluruh donatur yang telah memercayakan amanahnya merasa puas sehingga tahun depan kembali berqurban melalui Assyifa Peduli.

Tak Ada Qurban di Gaza, Assyifa Peduli Bagikan Frozen Meat
Kondisi Palestina yang masih memilukan di Tengah gempuran Zionis yang tiada habisnya menyebabkan tidak ada qurban pada perayaan Idul Adha 1445 H. Hal ini menjadi kendala berbagai lembaga kemanusiaan termasuk Assyifa Peduli untuk menyalurkan qurban ke sana.
Untuk mengatasi kendala ini, Direktur LAZ Assyifa Peduli, Ahmad Sahirul Alim, M.A., mengatakan bahwa Assyifa Peduli dan relawan kemanusiaan Palestina memutuskan untuk membagikan daging qurban beku atau Frozen Meat.
“Untuk di Palestina, kami menyalurkan dalam bentuk frozen. Karena untuk sembelih di Palestina saat ini tidak memungkinkan. Walaupun memungkinkan, harganya sangat tinggi sekali dan tidak terjangkau. Sehingga, kami membeli di negara sekitar, seperti Turki, Mesir, dan Suriah. Kemudian hewan ini disembelih di sana, selanjutnya daging qurban dibekukan. Setelah membeku baru kami salurkan kepada masyarakat Palestina maksimal sudah tersalurkan dalam dua pekan,” terangnya.
Mata dunia yang tertuju pada Gaza, Palestina, memberikan dampak signifikan terhadap jumlah pequrban tahun ini di Assyifa Peduli. Namun, tetap dengan kendala yang ada pelaksanaan qurban tidak bisa digelar secara langsung di sana seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun ini qurban di Palestina mengalami peningkatan dari 3 menjadi 5 ekor sapi. Penyembelihannya telah dilaksanakan sejak Senin ya tanggal 17 Juni. Namun tetap dengan metode Frozen Meat. Karena jika kita memaksakan seperti tahun lalu, melakukan penyembelihan di Gaza, maka kita akan mengalami kendala dari segi harga yang sangat tinggi. Sehingga, kami mencari hewan qurban dengan harga terjangkau di daerah dekat Palestina agar memudahkan pequrban juga dalam berbagi kepedulian,” tutur Ustadz Ahmad.




