GALAGALA.ID, Yogyakarta,- Setelah melaksanakan praktik Taktik Kesatuan Kecil (TKK) di area perkebunan Desa Kepuhharjo, pada hari ketiga Latihan Berganda (Latganda), Prajurit Siswa (Prasis) Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier (Semaba PK) Wanita TNI AU Angkatan ke-57 Skadron Pendidikan (Skadik) 401 Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur melanjutkan kegiatan dengan materi praktik survival di hutan Sinolewah, Desa Umbulharjo, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (22/4/2026).

Latihan survival ini bertujuan membekali prajurit siswa dengan kemampuan bertahan hidup di medan hutan dalam kondisi terbatas. Para Prasis dilatih membuat perlindungan darurat dari panas dan hujan, mengantisipasi ancaman binatang buas, serta memanfaatkan sumber daya alam sekitar sebagai sarana bertahan hidup. Kegiatan ini juga menuntut kreativitas, ketahanan fisik, serta kerja sama tim dalam menghadapi situasi lapangan yang dinamis.
Selain itu, para Prasis juga mempraktikkan teknik membuat jerat dan penangkap binatang hutan, serta keterampilan memotong dan memasak unggas maupun binatang liar lainnya sebagai sumber makanan. Melalui latihan ini, diharapkan para Prasis Semaba PK Wanita TNI AU Angkatan ke-57 mampu meningkatkan mental, ketahanan diri, serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi penugasan di lapangan secara profesional dan adaptif.
Asah Taktik Kesatuan Kecil di Lereng Merapi
Sebelumnya para siswa memasuki hari ketiga dengan materi Taktik Kesatuan Kecil (TKK) yang dilaksanakan di area perkebunan Desa Kepuhharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Latihan ini bertujuan membekali prajurit siswa dengan kemampuan taktis di lapangan, meningkatkan kerja sama tim, serta membentuk karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan profesional dalam menghadapi berbagai situasi operasi. Rabu (22/4/2026).

Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo turun langsung ke lapangan untuk meninjau jalannya latihan sekaligus memberikan motivasi kepada para prajurit siswa. Kehadiran Danwingdik di tengah-tengah latihan memberikan semangat tersendiri bagi prajurit siswa yang tengah melaksanakan berbagai skenario latihan, mulai dari pergerakan taktis, pengamatan medan, hingga simulasi penguasaan wilayah dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan.
Melalui materi Taktik Kesatuan Kecil ini, diharapkan prajurit siswa mampu mengaplikasikan teori yang telah diterima selama pendidikan ke dalam latihan lapangan secara nyata. Latihan hari ketiga ini menjadi bagian penting dalam membentuk mental juang, ketahanan fisik, serta kemampuan kepemimpinan prajurit siswa sebagai calon Bintara Wanita TNI Angkatan Udara yang siap mendukung tugas-tugas kedinasan secara profesional dan bertanggung jawab. (Pen Wingdik 400/Matukjur/Redal)***




