Pupuk Kujang Jaga Kestabilan Stok Pupuk Bersubsidi dan Non subsidi Jelang Masa Tanam

GALAGALA.ID, Subang,- Sebagian besar petani di wilayah Kabupaten Subang di musim kemarau ini banyak yang menunda untuk menanam padi. Namun untuk sarana produksi pertanian, salah satunya pupuk tetap tersedia dan aman bila musim tanam tiba.

Sebab, PT Pupuk Kujang Karawang telah melakukan stock  pupuk urea bersubsidi mencapai 5.933,3 Ton. Terdiri dari Urea sebanyak 3.284,2 Ton dan NPK sebanyak 2.649,1 Ton.

“Pupuk Kujang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani dan memastikan para petani tidak kuatir menghadapi tantangan kemarau ini sendirian,” kata  VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana kepada wartawan. Senin (19/10/2026) di Subang.

Idho menyatakan, Pupuk Kujang terus berupaya agar para petani di Kabupaten Subang dapat tenang dalam mempersiapkan lahan. Ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang telah disiapkan jauh di atas kebutuhan dua minggu ke depan, sehingga pasokan untuk mendukung aktivitas pertanian tetap aman dan mencukupi.

Dengan stok yang terjaga dan penyaluran yang berjalan lancar, diharapkan kebutuhan pupuk bagi petani di Subang akan terpenuhi secara tepat waktu dan merata.

Idho berharap apa yang dilakukan perusahaan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen tanpa terkendala masalah ketersediaan pupuk di musim tanam penghujan.

Dirinya mengakui kalau musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat belum usai. Namun hujan diprediksi segera akan datang, menandai dimulainya musim tanam penghujan.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa

Barat, saat ini telah memasuki fase peralihan musim pada dasarian kedua bulan Oktober 2026. Meski belum seluruh kawasan diguyur hujan, wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai memasuki musim penghujan pada pekan ketiga Oktober 2026, yang bergerak dari area selatan menuju wilayah tengah hingga utara.

Menyikapi masa transisi ini, PT Pupuk Kujang Cikampek terus memastikan operasional produksi dan ketersediaan stok pupuk tetap berjalan dalam kapasitas optimal. Meskipun banyak petani yang terpaksa menunda masa tanam akibat kemarau panjang, Pupuk

Kujang tidak mengendorkan laju produksinya. Pabrik terus berproduksi secara konsisten guna menjaga daya tampung gudang tetap siaga dan melimpah.

“Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan pupuk saat para petani mulai memasuki masa tanam, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan strategis nasional,” kata Idho.

Prediksi dimulainya musim hujan di berbagai wilayah Jabar tersebut bisa jadi momentum bagi petani untuk memulai masa tanam agar meningkatkan stok pangan nasional.

 “Jadi para petani tak perlu khawatir, bisa segera menebus di kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Idho.

Untuk mendukung misi tersebut, saat ini Pupuk Kujang terus menjaga kestabilan stok pupuk bersubsidi maupun pupuk non subsidi. Adapun di Jawa Barat, stok pupuk bersubsidi cenderung stabil untuk persiapan musim tanam penghujan yang diperkirakan terjadi sebentar lagi.

Berdasarkan pendataan hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat, tercatat mencapai 98.011,8 Ton, terdiri dari Urea sebanyak 69.212,7 Ton, dan sebanyak 28.799 Ton.  (Rls/Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *