Polisi Galakkan Patroli, Subang Rawan Perang Sarung. Polsek Pamanukan Amankan Beberapa Pelakunya

GALAGALA.ID, Subang,- Pasca pengamanan perang sarung atau tawuran di wilayah hukum Polsek Kota Subang yang didominasi pelajar SMP dan SMA.  Kembali Polsek Pamanukan, Polres Subang, menggagalkan  dan mengamankan pelaku perang sarung.

Sebab kegiatan yang menjurus ke tindakan kriminal berat ini meresahkan masyarakat di jalur nasional Pantura. Makanya, Kapolsek Pamanukan, AKP Udin Awaludin, begitu mendapat informasi langsung bergerak dan berhasil mengamankan delapan remaja yang terlibat aksi tawuran di depan My Way Sukasari, Selasa (24/2/2026) dini hari.

Insiden yang terjadi di tengah kegelapan malam tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar dan menghambat kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan utama yang menghubungkan Jakarta dan Cirebon tersebut.

AKP Udin Awaludin menegaskan bahwa jajarannya telah memetakan titik-titik rawan gangguan ketertiban umum. Saat tim patroli tiba di lokasi kejadian, para pelaku sempat mencoba melarikan diri, namun polisi segera melakukan penyisiran intensif di area sekitar.

“Kami melakukan patroli malam tadi. Begitu sampai di lokasi, para pelaku sempat membubarkan diri, namun anggota langsung bergerak melakukan penyisiran. Hasilnya, sejumlah pelaku berhasil kami bekuk dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif,” jelas Awaludin.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah sarung yang telah dimodifikasi (diikat ujungnya) untuk dijadikan senjata tawuran.  Selain itu, alat komunikasi milik para pelaku juga turut diamankan sebagai barang bukti koordinasi rencana aksi mereka.

Kedelapan remaja tersebut kini mendekam di Mapolsek Pamanukan untuk pendataan dan pembinaan.  Sebagai langkah efek jera, Polsek Pamanukan akan memanggil orang tua masing-masing pelaku.  Polisi tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring pengembangan kasus di lapangan.

Mengingat kejadian ini terjadi di sela-sela aktivitas bulan Ramadan, Kapolsek mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi buah hati mereka, terutama pada jam-jam rawan menjelang sahur.

“Kami meminta para orang tua meningkatkan pengawasan. Jangan biarkan anak-anak keluar rumah hingga dini hari tanpa tujuan yang jelas, agar tidak terjebak dalam aksi yang merugikan diri sendiri maupun keselamatan orang lain,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *