Bekasi, Galagala.Id,- Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Regional Jawa Bagian Barat (JBB) terus berkomitmen dalam mendukung kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan sampah. Baru-baru ini di kawasan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPSP) Bantargebang, Kota Bekasi telah dilaksanakan penanaman berbagai pohon produktif sebagai pelindung di sana.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Yayasan Tunasmuda Care serta dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dan DLH Kota Bekasi, tidak hanya penanaman pohon tetapi juga pengelolaan sampah di sumber melalui program Bank Sampah & Rumah Maggot di Sekolah Alam Tunas Mulia dan lingkungan Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang.
Pada pelaksanaannya,Selasa (18/7/2023) tentu saja melibatkan Kepala Staf TPST Bantargebang, perwakilan Pertamina JBB, Perwakilan Tunasmuda Care dan juga dibantu oleh Petugas PPSU DKI Jakarta.
Ratusan pohon pun ditanam pohon diareal Bantargebang seperti Mahoni, Sirsak, Jambu, Ketapang Mutiara, dan juga Melati. Tentu saja harapannya kelak pohon tersebut dapat mengurangi resiko terjadinya longsor, mengurangi pencemaran udara dan juga penghijauan mulai dari pintu masuk dan akses menuju puncak bukit sampah.
“Melalui program ini diharapkan dapat melahirkan kesadaran dari tiap masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah tangganya masing-masing dan menjadi bukti konkrit pengurangan sampah yang masuk ke TPST Bantargebang dan sekitarnya”, ungkap Ketua Yayasan Tunasmuda Care, Teguh Purwanto.

Salah satu titik untuk ditanami pohon di kawasan TPSP Bantargebang, Kota Bekasi
Lebih lanjut Teguh menyampaikan kalau keberhasilan program ini pun tak lepas dari kolaborasi yang erat antara PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup dan Tunasmuda Care, sehingga diharapkan pula misi kebaikan untuk lingkungan ini akan terus berjalan dan menjadi contoh untuk wilayah lainnya. “Kami mengucapkan terimakasih khususnya kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat atas kolaborasi ini”, tambah Teguh.
Sedangkan di perumahan Bekasi Timur Regency dan Sekolah Alam Tunas Mulia, didirikan area pengolahan sampah yang meliputi bank sampah dan rumah maggot. Selama program berjalan pada Juni-Juli 2023, secara efektif mengurangi sampah organik sebesar 6 ton dan penggunaan maggot sebagai pakan lele berhasil meningkatkan hasil panen lele yang mencapai 150 kg/kolam dengan siklus panen yang dipercepat menjadi 2,5 bulan. Hasil dari panen lele ini kemudian digunakan untuk operasional Sekolah Alam Tunas Mulia, yang memberikan pendidikan gratis bagi 170 siswa dan 69 santri, terutama anak-anak pemulung.
Tak hanya itu, dengan kurang lebih 400 kepala keluarga (KK) yang aktif berpartisiapasi dalam program ini, berhasil mengurangi sampah anorganik sebanyak 1,3 ton dalam program bank sampah.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menyampaikan, dengan adanya program ini dapat meningkatkan aktivitas masyarakat dalam pemilihan sampah organik dan nonorganik di lingkungan RW sehingga dapat mengurangi masuknya sampah ke TPST Bantargebang. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah Bantargebang. Tentunya dengan kontribusi dari masyarakat dapat menciptakan pelestarian lingkungan yang lebih baik lagi,” pungkas Eko.



