Ngabret Bukan Omong Kosong, 100 Hari Kerja Reynaldy dan Agus Realisasikan Janjinya

KEPEMIMPINAN  Bupati dan Wakil Bupati Subang,  Reynaldy Putra Andita BR dan Agus Masykur Rosyadi pasca 100 hari kerja dilantik Presiden Prabowo  di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025. Benar-benar Ngabret  alias ngabangun bersama rakyat mewujudkan janji politiknya.

Bukan hanya seremonial tetapi benar-benar turun langsung ke masyarakat melalui Kepala Desa.  Sebagaimana yang pernah diikuti program Saba Desa, galagala.id merasakan sekali. Bukan karena momotorannya tetapi melihat kondisi jalan dan lingkungan yang dilewati serta menampung aspirasi. “Saya  bekerja semaksimal mungkin dan tulus untuk masyarakat Kabupaten Subang.  Insya Allah masyarakat akan mengikuti,” kata Bupati yang akrab disapa Kang Rey

Gerakan Bupati Subang terutama setiap kali  mengundang tokoh masyarakat, media massa, dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Subang selalu meminta  refleksi atau evaluasi atas kebijakan yang diterapkan. “Silakan mengeluarkan unek-unek,” katanya. “Jangan melihat bupati seperti raja.”

Keinginan dan prioritas Bupati Subang, Reynaldi memperbaiki infrastruktur jalan karena terdapat 320 kilometer kondisinya rusak. Jika hendak memperbaikinya, maka dana yang dibutuhkan Rp 1,2-2 triliun. “Saya akan mencari cara dan harus tuntas dalam dua tahun,” katanya dan sudah dimulai. Bahkan tak sungkan dirinya langsung meninjau ke lokasi pada malam-malam serta ditargetkan tahun 2027 sudah tuntas terkait jalan yang rusak ini.

Hingga saat ini sudah 4,35 Km jalan yang tuntas diperbaiki.
Pada Tahun 2025 telah dianggarkan 250 Milyar Rupiah untuk perbaikan Jalan Kabupaten sepanjang 80 kilometer.

Catatan galagala.id, kinerja nyata ngabret adanya program Stimulus Pajak Daerah Tahun 2025. “Pembebasan Sanksi Administratif Denda Pajak Daerah Untuk Masa Pajak Sampai Dengan Tahun 2024 Periode 1 Februari s.d. 30 April 2025”

Program Subang Ngabret Nyaah ka Indun sudah berjalan  pada akhir April 2025 ini mewajibkan setiap ASN dan pegawai BUMD di Kabupaten Subang untuk memiliki satu lansia binaan. Sasaran dari program ini adalah lansia berusia 60 tahun ke atas, khususnya kaum ibu yang hidup dalam keterbatasan dan memerlukan perhatian, perlindungan, serta penghormatan yang layak.

Menaikkan honorarium petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup sudah mulai berjalan  dari Rp36.000 menjadi Rp50.000 per hari. Kenaikan ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi petugas dalam menjaga kebersihan dan keindahan Subang.

Demikian pula digelar Subang Innovation Festival (SIF) Tahun 2025 karena akselerasi Inovasi akan membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat, festival ini sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Subang yang mengusung tagline “Subang Ngabret”.
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bekerjasama dengan Kementerian PKP dalam penyediaan perumahan bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarga dan sudah berjalan sebagai bentuk sinergitas dengan Kementerian atau lembaga.

Penertiban Bangunan Liar

Dalam rangka memfungsikan kembali fungsi ruang sempadan yang berada di sungai/saluran dan juga daerah milik jalan Pemkab Subang bersama dengan Pemrpov Jabar melakukan penertiban an bangunan liar yang berada di wilayah sepadan tersebut, selain itu Pemkab Subang juga memberikan kompensasi bagi bangunan yang terkena dampak penertiban tersebut.

Regional Summit 2025 Optimalisasi Kawasan Rebana

Kabupaten Subang adalah bagian dari Kawasan pertumbuhan baru Segitiga Rebana sehingga perlu langkah konkrit dan kolaborasi dengan wilayah Rebana lainnya dan juga sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Badan Usaha agar Kabupaten Subang ramah akan investasi

Subang smart digital pun terus dikembangkan sebagai platform yang menyatukan seluruh layanan di Kabupaten Subang menjadi satu platform yang terintegrasi untuk efisiensi dan transparansi dalam penyelenggaran Layanan di Kabupaten Subang

Selama 100 hari pun Subang memperoleh penghargaan atas pengelolaan keuangan dari BPK dengan Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian. Bagi
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang meraih WTP ini merupakan ke-7 kali secara berturut-turut. Hal ini merupaka komitmen Pemkab Subang dalam meningkatkan transpransi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Adun  Masyarakat

Yang lebih penting adanya sarana untuk pengaduan langsung sehingga sejak April-Mei 2025 berdasarkan komentar yang diberikan masyarakat pada Media Sosial Bupati Subang terangkum total 232 aduan.

Mayoritas keluhan masyarakat berkaitan dengan persoalan infrastruktur dan lingkungan.

Dalam data rekapitulasi, sebanyak 61,21% aduan atau 142 aduan, masih belum terselesaikan. Sementara 25% atau 58 aduan) telah ditangani dan 13,79% atau 32 aduan belum mendapat tindak lanjut.

Keluhan paling dominan datang dari sektor infrastruktur, terutama terkait jalan rusak (28 aduan), diikuti masalah jembatan penghubung, penerangan jalan umum, serta listrik spaneng.

Aduan dari sektor sosial juga cukup beragam, mulai dari keberadaan pungutan liar hingga persoalan prostitusi online, penyalahgunaan kekuasaan, dan pembangunan semi permanen. Pungutan liar dan permasalahan pabrik tertinggi di sektor ini, masing-masing 7 aduan.

Tak hanya itu, masyarakat turut menyampaikan keluhan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), TKI, lansia, dan kenakalan remaja.

Di sektor lingkungan, persoalan sampah menjadi sorotan utama dengan 10 aduan, disusul oleh masalah saluran irigasi dan got, banjir, PDAM, dan parkir liar.

Sektor pelayanan publik, kesehatan, dan pendidikan turut mendapat perhatian. Masyarakat menyoroti pelayanan publik, verifikasi CPNS & PPPK, serta adanya satu laporan mengenai ijazah yang tertahan.

Dalam sektor kesehatan, terdapat laporan tentang penyakit chikungunya dan pelayanan kesehatan secara umum.

Pengaduan lainnya, mencakup masalah transportasi, seperti transportasi tidak layak dan truk bermasalah, serta pertanian, termasuk pembelian pupuk.

Reynaldy menggunakan media sosial sebagai salah satu kanal warga untuk mengadukan persoalan di Subang.

Ia bahkan memiliki admin khusus untuk mengelola pelaporan warga. Admin ini bertugas merekap, hingga meneruskan laporan ke perangkat dinas terkait dan mengawal tindaklanjut laporan.

Kini, Bupati Subang telah meluncurkan aplikasi Subang Smart Digital. Salah fiturnya terdapat Lapor Kang Rey untuk sarana aduan warga.

“Selain membangun infrastruktur, kita juga ingin membangun kemudahan untuk masyarakat Kabupaten Subang,” kata Reynaldy.(DK/Redal)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *