GALAGALA.ID,- Fenomena gerhana bulan total selalu memancing perhatian masyarakat, tak terkecuali umat Islam. Sebagaimana mala mini seluruh wilayah Indonesia akan mengalami gerhana bulan total atau blood moon pada Minggu (7/9/2025) tengah malam hingga Senin (8/9) dini hari.
Masyarakat Indonesia yang beragama Islam diimbau melaksanakan shalat gerhana berjamaah ketika terjadi gerhana bulan.
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengumumkan fenomena gerhana bulan akan terjadi di Indonesia pada Minggu (7/9) pukul 23.27 WIB hingga Senin (8/9) pukul 02.56 WIB.Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh permukaan bulan terbayangi oleh Bumi.
Namun, bulan tidak akan tertutup sepenuhnya karena cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi akan dibiaskan dan memantul ke bulan.
Dalam pandangan Islam, gerhana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga tanda kebesaran Allah yang mengingatkan manusia agar kembali mengingat-Nya.
Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, segeralah laksanakan salat.” (HR. Muslim dan an-Nasā’ī)
Keduanya tidak akan mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044, Muslim no. 901).
Hadis ini menegaskan bahwa gerhana bulan maupun matahari tidak berkaitan dengan peristiwa duniawi, melainkan momentum spiritual untuk memperbanyak ibadah.
Tata Cara Shalat Gerhana dalam Islam
Dalam tradisi Islam, saat terjadi gerhana bulan, umat dianjurkan untuk melaksanakan Sholat Khusuf (sholat gerhana bulan). Temtu saja dengan rukun dan cara sebagaimana kita akan melaksanakan sholat, salah satunya bersuci, yaitu berwudhu.

Jumlah Rakaat
Sholat gerhana dikerjakan dua rakaat, namun setiap rakaat terdiri dari dua kali berdiri (qiyam), dua kali bacaan Al-Fatihah, dua kali rukuk, dan dua kali sujud. Sehingga secara total ada empat rukuk dan empat sujud dalam dua rakaat.
Bacaan
Bacaan setelah Al-Fatihah dianjurkan yang panjang, misalnya membaca surah Al-Baqarah, Ali Imran, atau surah-surah panjang lainnya sesuai kemampuan.
Khutbah
Setelah sholat selesai, imam dianjurkan menyampaikan khutbah kepada jamaah, mengingatkan tentang kebesaran Allah, memperbanyak doa, istighfar, dzikir, serta sedekah.
Sholat gerhana mengajarkan umat Islam untuk senantiasa tunduk kepada Allah dalam menghadapi fenomena alam.
Gerhana bulan total, dengan warna kemerahan yang indah sekaligus misterius, menjadi momen untuk merenungkan kebesaran ciptaan Allah, memperbanyak istighfar, dan meningkatkan amal kebaikan.
Bagi umat Islam, gerhana adalah pengingat bahwa langit dan bumi berada sepenuhnya dalam kuasa Allah.
Maka, alih-alih sekadar mengagumi keindahan langit, momen gerhana sebaiknya digunakan untuk memperkuat spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.***




