Mahasiswa Program Doktor Universiry Nijmegen Netherlandh Teliti ODHIV Bareng KPA Subang

GALAGALA.ID, Subang,- Keberadaan orang dengan human immunodeficiency virus (ODHIV) di wilayah pesisir pantai utara (Pantura) Subang ternyata cukup banyak. Namun mereka kerap menjaga kesehatannya agar virus HIV dalam darahnya tak terdeteksi dengan minum obat ARV teratur.

Sebab bila tidak virus  yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 (sel darah putih) akan merusak daya tahan tubuh, menjadikan penderita rentan terhadap berbagai penyakit. Tercatat yang aktif datang ke Puskesmas Pamanukan mencapai 346 orang.

Agar hak mereka lebih baik lagi, Mahasiswi Program Doktor (Ph.D) dari Institusi Radboud University Nijmegen Behavioural Science Institute, NederlandEfnie Indrianie, S.Psi, M.Psi, Psikolog menggelar penelitian terhadap ODHIV untuk mengidentifikasi tingkat gangguan kognitif (Brain Health) bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kab.Subang.

Menurut Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Subang  Nurbayanti,SH.,Sabtu (31/1/2026) menjelaskan kalau fokus penelitian dilaksanakan di 2 tempat yaitu di Puskesmas Pamanukan dan di sekretariat KPA Subang.

Penelitian ini sendiri, bertujuan untuk : 1) Mengidentifikasi tingkat gangguan kognitif (Brain Health) terkait HIV (HIV-Associated Neurocognitive Disorders/HAND) pada komunitas Orang yang Hidup dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Subang. 2) Menerapkan Montreal Cognitive Assessment (MoCA) Indonesia sebagai instrumen skrining untuk mendeteksi HAND, yaitu kondisi gangguan kognitif yang sering tidak teridentifikasi pada pasien HIV.

3) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya HAND, seperti usia, tingkat pendidikan, komorbiditas, serta gaya hidup dan 4) Memberikan gambaran komprehensif terkait prevalensi dan determinan HAND di Indonesia, khususnya di Kabupaten Subang, sebagai dasar bagi pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat.

Batch I dilaksanakan di Puskesmas Pamanukan pada tanggal 28-29 Januari 2026 diikuti oleh 92 orang ODHIV yang berada dalam kondisi sehat dan tidak memiliki infeksi opportunistik. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Puskesmas dr Bachtiar Rivai didampingi Pengelola Program KPA Kab.Subang, Petugas P2 HIV Puskesmas Pamanukan dan Female Plus.

Kepala Puskesmas Pamanukan, dr. Bachtiar, mengapresiasi dan berharap bahwa hasil penelitian dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan ODHIV. Total pasien yang mengakses ARV di Puskesmas Pamanukan berjumlah 346 orang.

“Ini adalah penelitian pertama yang dilakukan di Jawa Barat bahkan di Indonesia untuk screening fungsi otak bagi Orang Dengan HIV Positif,” katanya.

Ketua Pelaksana KPA Subang, H.Asep Nuroni, S.Sos.,M.Si melalui Ketua Pengelola  Program, mendukung penuh kegiatan ini dan berharap bahwa hasil penelitian akan dijadikan bahan dalam menentukan arah kebijakan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS bagi Pemerintahan Daerah Kabupaten Subang.(redal) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *