GALAGALA.ID, Subang,- Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR tampak prihatin dengan terus meningkatnya jumlah yang terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus). Di mana virus tersebut merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.
“Jika tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) yang merupakan stadium akhir dari infeksi HIV, sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya,” kata Bupati Subang melalui Kabag Kesra Pemkab.Subang, Saeful Arifin saat membuka Rapat Koordinasi upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Subang Tahun 2025, Kamis (17/7/2025) di Aula Rapat 2 Bupati Jalan Dewi Sartika.
Yang memprihatinkan, lanjut Bupati, kelompok Usia Muda menempati urutan kedua yang ditemukan sepanjang 2024 lalu. Dari 399 yang terinfeksi baru, 26%nya berasal dari kelompok usia muda 15-24 Tahun. Disusul dari Kelompok Ibu Rumah Tangga dengan jumlah 195 Balita tertular oleh ibunya.
“Bahkan di awal tahun 2025 rentan Januari-April sudah tercatat 113 kasus baru. Jelas ini bukan sekedar angka. Tetapi peringatan nyata bagi kita semua bahwa masalah ini membutuhkan keseriusan strategi terarah dan kerjasama yang solid dari semua sektor,” ujarnya dan secara kumulatif sejak kali pertama ditemukan kasus HIV/AIDS Tahun 1999 hingga akhir 2024 mencapai
3.629 kasus

Oleh karena itu, Bupati meminta semua unsur untuk bersama sama memperkuat dalam penanggulangan HIV/AIDS secara komprehensif. Sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah No.2 Tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal (SPM), dan Pemda berkewajiban memberikan pelayanan dasar, termasuk di bidang kesehatan yang salah satunya bagi orang dengan resiko terinfeksi HIV.
Dengan adanya Rapat Koordinasi menjadi sangat penting, karena bisa menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, KPA, OPD terkait, Komunitas ODHIV, Organisasi Masyarakat, Dunia usaha, Akademisi, media serta seluruh stakeholder untuk bersama-sama menanggulangi HIV dan AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang melalui Kabid. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Indriati Oetama yang akrab disapa dr Noni memaparkan langkah yang telah dilakukan termasuk oleh pegiat yang peduli terhadap HIV/AIDS. Hanya saja yang rutin berobat masih belum maksimal dan ini harus dicari untuk terapi antiretroviral(ARV) yang tersebar di Rumah Sakit maupun Puskesmas serta Klinik.
Berikut adalah ringkasan fasilitas pelayanan kesehatan untuk tes dan pengobatan HIV di Kabupaten Subang pada tahun 2025 sebagaimana dijelaskan dr.Noni ada 48
Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang Melaporkan Kasus HIV.

Fasyankes yang memberikan Konseling dan Tes HIV,
terdapat 50 layanan yang pernah melaporkan kasus HIV yang juga memberikan konseling dan tes HIV, dengan rincian 40 Puskesmas (Pemerintah), 9 Rumah Sakit (Pemerintah & Swasta), dan 1 lainnya (seperti Lapas/Rutan/Balai Kesehatan).
Fasyankes yang memberikan pengobatan ARV ODHIV sebanyak 20 layanan memberikan pengobatan ARV untuk ODHIV yang terdiri dari 15 Puskesmas, 4 Rumah Sakit, dan 1 lainnya (seperti Balai/Klinik). “Untuk Laboratorium dan Tes Viral Load, terdapat
12 laboratorium yang memiliki TCM (Tes Cepat Molekuler) dan laboratorium yang menyediakan tes viral load, dengan rujukan EID (Early Infant Diagnosis) dan Lab Rujuk,” pungkasnya.(Redal)***




