GALAGALA.ID Subang,- Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., melakukan dialog sebagai bentuk respons atas kejadian yang melibatkan kelompok ondel-ondel dan petugas keamanan di Alun-Alun Kabupaten Subang yang terjadi pada hari Sabtu (20/06/2026). Ia mengimbau seluruh pihak untuk melakukan introspeksi diri.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey, saat menerima audiensi yang dihadiri pengurus Alun-Alun Kabupaten Subang dan kelompok pengamen ondel-ondel di Rumah Dinas Bupati Subang, Minggu malam (21/06/2026)
Kang Rey yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, menegaskan bahwa dirinya tidak mencari siapa yang salah, melainkan ingin memastikan kondusivitas di Kabupaten Subang tetap terjaga.
Kepada kelompok pengamen yang berasal dari luar Subang, Kang Rey membuka ruang untuk mencari rezeki di Kabupaten Subang. Namun, ia berpesan agar tetap tertib dan mematuhi aturan yang berlaku.
“Walaupun adek-adek ini bukan orang Subang, tapi tetap harus nyaman. Adek-adekpun kita tidak melarang mencari uang di Subang, silahkan, tapi tolong dijaga ketertibannya”jelasnya
Kang Rey sengaja mengundang kedua pihak karena tidak ingin mengambil kesimpulan hanya dari 1 tayangan video yang beredar.
Bahkan, Kang Rey telah mempersilakan kelompok pengamen ondel-ondel untuk menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan atas tindakan yang terjadi. Namun, kelompok pengamen ondel-ondel memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
“Prinsipnya, kedua belah pihak mengaku menyatakan berdamai. Saya juga beri kesempatan ke teman-teman pengamen kalau memang mau menempuh jalur hukum kita persilakan, tetapi ternyata mereka tetap berdamai”tegasnya
Meskipun permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai, Kang Rey tetap memberikan sanksi kepada petugas keamanaan (satpam) yang melakukan pemukulan.

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, petugas keamaan harus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugasnya.
“Satpam akan tetap mendapat sanksi meskipun sudah berdamai dengan pengamen. Setiap aparat penegak hukum di Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, khususnya satpam, bagaimana kita harus tetap humanis, harus memberi tahu yang salah dengan cara yang baik”tegasnya
Kang Rey menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan di Kabupaten Subang. Ia mengungkapkan bahwa seluruh pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Subang selalu diingatkan untuk mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Jangankan melakukan pemukulan, tutur kata dan perilaku dalam melayani masyarakat pun harus dijaga dengan baik.
“Jangankan main fisik, berucap kasar verbal pun, Saya larang. Kita tidak memberi ruang bagi siapapun melakukan kekerasan di ruang lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Subang”tegasnya lagi
Kang Rey mengajak seluruh pihak menjadikan kejadian kemarin sebagai bahan instrospeksi dan renungan bersama. Menurutnya, Kabupaten Subang selalu terbuka bagi siapapun yang ingin mencari nafkah, namun tetap harus mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku.
Kepada penegak aturan, Kang Rey kembali menegaskan bahwa ketegasan dalam menegakkan aturan harus selalu dibarengi dengan pendekatan yang tegas namun tetap humanis dan penuh penghormatan terhadap masyarakat.
“Jadikan ini sebagai introspeksi semua pihak, bahwa Saya memberi ruang bagi siapapun untuk mencari nafkah di Kabupaten Subang, namun harus menjaga ketertiban, sopan santun, dan tidak melakukan hal yang tidak berkenan”Tutup Kang Rey.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran UPTD Alun-Alun Kabupaten Subang, kelompok pengamen ondel-ondel, serta pihak terkait.(yop/redal)***




