Awal Puasa Ramadhan 2026, Ini Jadwal Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah dan Persatuan Islam

GALAGALA.ID, Subang,- Bulan suci Ramadhan 2026 semakin dekat. Suasana religius mulai terasa, ditandai dengan meningkatnya semangat ibadah, persiapan fisik, hingga perencanaan aktivitas menjelang puasa.

Hanya saja penetapan waktu awal puasanya masih menunggu hasil  sidang isbat penetapan awal Ramadhan 2026/1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026), besok oleh Kementerian Agama. Sidang ini menjadi forum resmi pemerintah untuk menentukan jadwal umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini.

Hanya saja bila merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang ditandatangani pada 19 September 2025, pemerintah telah menetapkan libur hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 pada 21–22 Maret 2026. Sehingga berdasarkan SKB tersebut, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

‎Dalam kalender Islam, ibadah puasa wajib dilaksanakan pada 1 Ramadhan. Namun karena sistem penanggalan Hijriah berbeda dengan kalender Masehi, maka tanggal awal puasa Ramadhan setiap tahunnya perlu dilakukan konversi dan penetapan resmi.

Berbeda

‎Dengan demikian, awal puasa 2026 jatuh pada tanggal berapa? Sebab penentuan awal Ramadhan umumnya mengacu pada hasil keputusan pemerintah serta rujukan dari organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, serta Persatuan Islam. Tidak jarang, hasil penetapannya bisa berbeda karena perbedaan metode yang digunakan.

‎‎Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, pemerintah memperkirakan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Tanggal tersebut masih bersifat prakiraan awal, sebab penetapan resmi awal Ramadhan akan dilakukan melalui sidang isbat.

‎Sidang isbat sendiri melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, hingga instansi terkait. Penetapan dilakukan dengan menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan).

Awal Ramadhan versi Muhammadiyah

Muhammadiyah sendiri telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dengan metode hisab hakiki dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025

Dengan prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026. KHGT sendiri hadir dengan tawaran kepastian berbasis sains dan sistem global terintegrasi. Namun selama pendekatan lokal dan global masih berjalan berdampingan, perbedaan awal Ramadhan tetap mungkin terjadi. Muhammadiyah memandang fase ini sebagai bagian dari evolusi pemikiran kalender Islam menuju kesatuan umat yang lebih luas.

Hal ini diperkuat melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, organisasi ini menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Versi Nahdlatul Ulama (NU)

‎Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) juga memprakirakan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

‎Perkiraan tersebut tercantum dalam Almanak NU Tahun 2026 yang disusun oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU. Secara perhitungan, hasilnya sejalan dengan kalender resmi Kementerian Agama.

‎Meski demikian, NU tetap berpegang pada prinsip rukyatul hilal sebagai penentu utama awal bulan Hijriah. Oleh karena itu, pengamatan hilal akan kembali dilakukan pada tanggal 29 Syaban di berbagai titik di Indonesia. Sebagaimana dalam informasi Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang ditandatangani Ketua Drs . KH . Sirril Wafa , MA dan Sekretarisnya, H. Asmu’i Mansur , M.Kom


1. Tanggal 29 Sya’ban 1447 H dalam Kalender Hijriyyah Nahdlatul Ulama bertepatan dengan Selasa Kliwon Februari 2026 M.


2. Ijtima ‘ Bulan Matahari terjadi pada malam Rabu Legi pukul 19:02:02 WIB .

3. Tinggi hilal marie di Indonesia pada 29 Sya’ban 1447 H bervariasi antara -3 ° 12 hingga -1 ° 41 ‘ , karena ijti belum terjadi .

4. Kedudukan hilal di seluruh Indonesia adalah di bawah ufuk dan juga di bawah kriteria Imkan Rukyah Nahdl Ulama ( IRNU ) . Sehingga berada pada zona istihalah al – rukyah .

5. Kapan awal Ramadhan 1447 H menurut Nahdlatul Ulama akan disampaikan melalui Ikhbar Ketua Um Pengurus Besar Nahdlatul Ulama . Ikhbar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut a disampaikan pada 17 Februari 2026 M sekitar pukul 19:00 WIB . Yaitu setelah adanya keputusan its pemerintah , Karena hilal di seluruh Indonesia berada pada zona istihalah al – rukyah , maka 1 Ramadhan 1441 berpotensi jatuh pada Kamis 19 Februari 2025 M ( mulai malam Kamis).

Versi Persatuan Islam (Persis)

Sebagaimana dalam  surat edarannya  yang ditandatangani Ketua Umum PP Persis, Dr. KH.Jeje  Zaenudin , M.Ag dan Sekretaris Umum, Dr.H.Haris Muslim, Lc., MA didasarkan kepada metodologi hisab imkan ru’yah kriteria astronomi , maka untuk awal bulan Ramadh wwal dan Dzulhijjah 1447 H ditetapkan sebagai berikut :


Awal Ramadhan 1447 H.
Ijtima akhir Sya’ban 1447 H terjadi pada hari Selasa , 17 Februari 2026 M , pukul 19:01:06 WIB . Di wilayah Indonesia saat Maghrib tinggi Bulan antara -2 ° 14 ‘ 56 ” s / d -0 ° 51 ‘ 32 ” , dan jarak elon Bulan – Matahari antara 0 ° 56 ‘ 19 ” s / d 1 ° 53 ‘ 24 ” . Selasa , 17 Februari 2026 M , saat Maghrib ( Malam Rabu ) di wilayah Indonesia secara hisab hilal belum bisa terlihat , maka tanggal 1 Ramadhan 1447 H ditetapkan Kamis , 19 Februari 2026 M.


Awal Syawwal atau ‘ Idul Fitri 1447 H.
Ijtima akhir Ramadhan 1447 H terjadi hari Kamis , 19 Maret 2026 M , pukul 08:23:26 WIB . Di wilayah Indonesia saat Maghrib tinggi Bulan antara 0 ° 53 ‘ 58 ” s / d 3 ° 07 ‘ 15 ” , dan jarak elon Bulan – Matahari antara 4 ° 32 ‘ 57 ” s / d 6 ° 06 ‘ 39 ” . Kamis , 19 Maret 2026 M , saat Maghrib ( malam Jum’at ) di wilayah Indonesia secara hisab hilal be bisa terlihat , maka tanggal 1 Syawwal 1447 H ditetapkan Sabtu , 21 Maret 2026 M.

Sedangkan awal Dzulhijjah dan ‘ Idul Adha 1447 H. Ijtima akhir Dzulqa’dah 1447 H pada hari Ahad , 17 Mei 2026 M , pukul 03:01:00 WIB . Di wilayah Indonesia saat Maghrib tinggi Bulan antara 3 ° 17 ‘ 33 ” s / d 6 ° 56 ‘ 50 ” , dan jarak elon Bulan – Matahari antara 8 ° 55 ‘ 07 ” s / d 10 ° 37 ‘ 26 ” . Ahad , 17 Mei 2026 M , saat Maghrib ( malam Senin ) di wilayah Indonesia secara hisab hilal sudah terlihat , Maka tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H ditetapkan Senin , 18 Mei 2026 M. Sehingga ‘ T Adha 10 Dzulhijjah 1447 H akan bertepatan dengan hari Rabu , 27 Mei 2026.

‎‎Meski berbeda tanggal, seluruh metode tersebut tetap berlandaskan ilmu falak dan memiliki dasar syariat masing-masing. Perbedaan ini pun telah menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Indonesia dan diharapkan tetap disikapi dengan sikap saling menghormati. (Redal) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *