GALAGALA.ID, Subang, – Antisipasi pasca digelarnya Seribu Lilin dan Doa Bersama komunita ojek online di Alun-alun pada Ahad malam dan Seninnya unjuk rasa yang berlangsung Damai dari mahasiswa dan Aliansi BEM Subang ke Mapolres dan Gedung DPRD Subang.
Jajaran Polres yang terus tanpa lelah bersama TNI dan Pemda Subang terus melakukan operasi dan patroli skala besar serta patroli siber. Akhirnya membuahkan hasil 129 orang yang diduga akan melakukan aksi anarkis, pengrusakan, serta pembakaran berhasil diamankan.
Saat gelar konferensi pers ini di Aula Patriatama Polres Subang pada Senin malam (1/9/2025) tengah malam yang dipimpin langsung oleh Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., bersam Bupati Subang, Dandim 0605/Subang, Kajari Subang, Ketua DPRD Subang, PJU Polres Subang, Wadanyon Brimob Polda Jabar, personel Sat Reskrim Polres Subang terungkap sebagian besar pelajar SMA/SMK
Kapolres Subang menjelaskan, kalau pihaknya bersama TNI, Satpol PP, dan unsur pemerintah daerah melaksanakan patroli skala besar serta patroli siber. Dari hasil kegiatan tersebut, sejumlah orang diamankan di beberapa lokasi sekitar titik aksi unjuk rasa, antara lain di sekitar Mapolres Subang, Gedung DPRD Subang, Pemda Subang, Kecamatan Pagaden, Kecamatan Binong, hingga titik penyekatan pengamanan.

Selain itu, petugas menemukan pedagang kaki lima yang menjual bensin dalam botol di sekitar area aksi, yang kemudian langsung ditertibkan oleh patroli gabungan.
Hasil Pemeriksaan
Dari pemeriksaan awal, para terduga mengaku mengetahui informasi aksi melalui ajakan di media sosial dan grup WhatsApp. Penyidik juga menemukan adanya narasi provokatif serta ajakan untuk melakukan tindakan anarkis berupa perusakan dan pembakaran. Seluruh identitas terduga telah diidentifikasi, pihak keluarga dihubungi, dan pemeriksaan intensif masih terus berlangsung selama 1 x 24 jam.
Barang Bukti
Polres Subang turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya:
• 15 unit sepeda motor
• 2 kaleng pilok
• 33 unit handphone
• 6 pasta gigi
• Bukti percakapan WhatsApp
• Foto aktivitas penjualan bensin di trotoar
• Stiker bertuliskan provokasi
Data Terduga yang Diamankan
Total sebanyak 129 orang diamankan, terdiri dari:
• 1 orang mahasiswa
• 94 pelajar SMA/SMK
• 2 pelajar SMP
• 32 orang tidak sekolah
Kapolres Subang menegaskan bahwa pihak yang diamankan bukan bagian dari massa aksi yang menyampaikan aspirasi secara damai, melainkan kelompok yang diduga hendak menyusup untuk memprovokasi dan menimbulkan kericuhan.
“Langkah ini merupakan upaya antisipatif agar potensi kericuhan dapat dicegah sejak dini, sehingga unjuk rasa dapat berlangsung damai dan tertib,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial serta meminta para orang tua dan pihak sekolah untuk mengawasi putra-putrinya agar tidak ikut dalam kegiatan yang menjurus pada tindakan anarkis.

“Mari bersama-sama menjaga Subang tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Kapolres Subang AKBP Dony menghimbau kepada para pelajar agar bijak menggunakan media sosial dan jangan terpengaruh ajakan untuk membuat kekacauan dari orang-orang yang tak bertanggung jawab.
Ratusan pelajar ini akan dilakukan pendataan dan pembinaan sebelum dikembalikan ke orang tua masing-masing.(Redal)***




